Balada Guru Honorer Cianjur: Digaji Rp 100 Ribu dan Terserang Strok

Syahdan Alamsyah - detikNews
Jumat, 29 Nov 2019 10:11 WIB
Saepudin terserang strok. Lelaki ini 20 tahun mengabdi sebagai guru honorer di Cianjur. (Syahdan Alamsyah/detikcom)
Cianjur - Kecintaan Saepudin (40) sebagai seorang pendidik harus berakhir di kursi roda. Guru honorer di salah satu sekolah dasar di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, itu kini menderita strok dan gangguan pada kedua matanya.

Kisah Saepudin bermula pada 1994. Saat itu ia mengajar di SDN Mekarjaya, Kecamatan Bojongpicung. Dua tahun mengajar, gejala gangguan mata mulai ia rasakan pada 1997. Tekadnya yang kuat tidak menyurutkan keinginan mengajar walau hanya bergaji Rp 100 ribu per bulan.

"Profesi guru itu sangat mulia, ditambah memang sudah menjadi cita-cita saya sejak kecil. Walau gaji hanya Rp 100 ribu, saya cukup-cukupkan. Untuk menambal kebutuhan dapur, saya berjualan balon," tutur Saepudin sambil jari tangannya menggenggam erat sandaran kursi roda saat berbincang dengan detikcom, Jumat (29/11/2019).

Saepudin berkisah, strok yang kini diderita membuat ingatannya sedikit pudar. Ia mengajar siswa kelas IV. Sepulang sekolah, Saepudin lalu berangkat lagi berjualan balon. Ia tertawa saat menceritakan sering bertemu dengan anak didiknya ketika berjualan balon.

"Saya tidak malu, kadang bertemu murid saat berjualan. Mereka kaget pak gurunya jualan balon. Tapi nggak ada masalah, saya tidak berkecil hati karena niatnya untuk tambal gaji bulanan," ujarnya.
Selanjutnya
Halaman
1 2