Round-Up

Atraksi Sulap Bocah Pangandaran Berujung Paku Tertelan

Faizal Amiruddin - detikNews
Jumat, 29 Nov 2019 09:22 WIB
Hasil rontgen memperlihatkan paku kecil bersarang di tubuh bocah Pangandaran. (Foto: dok. Istimewa)
Pangandaran - Bocah pria DN (13) terbaring di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Bandung. Paku ukuran kecil yang bersarang selama 14 hari di dalam tubuhnya telah dikeluarkan dokter melalui tindakan operasi. Atraksi sulap siswa SMP Negeri 2 Parigi, Pangandaran, itu menjadi penyebab paku tertelan.

DN awalnya unjuk kebolehan bermain sulap di hadapan teman-teman di sekolahnya, Rabu (13/11). Sebuah paku mirip pin untuk styrofoam DN masukkan ke mulut. Sejurus kemudian, ia julurkan lidah dan menyatakan paku itu raib.


Tiba-tiba, seorang teman tidak sengaja menginjak kaki DN yang terluka akibat bermain sepakbola. Seketika DN menjerit kesakitan. Paku yang tersimpan di mulut DN tertelan.

Paku yang tertelan DN merupakan sisa-sisa kegiatan program Sekolah Sehat. Paku dengan kepala warna-warni itu biasanya digunakan untuk menempelkan kertas pada lembar styrofoam. Sebagian orang menyebutnya paku majalah dinding (mading).

Pihak SMPN 2 Parigi, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, pernah mewanti-wanti DN agar tidak menampilkan atraksi sulap yang berbahaya. "Beberapa hari sebelum kejadian, dia sempat diperingatkan oleh wali kelasnya agar jangan bermain-main dengan paku," kata Muslihin, Kepala SMP Negeri 2 Parigi, Kamis (28/11).

"Anak itu memang suka bermain sulap-sulapan atau akrobat," Muslihin menambahkan.


DN lalu diboyong ke puskesmas terdekat. Setelah itu dirujuk ke RSUD Banjar. Guna penanganan lebih lanjut, DN dibawa ke RSHS Bandung. "Sempat dilakukan endoskopi di RSHS, tapi posisi paku tidak terdeteksi. Rupanya paku bersarang di organ paru-paru," kata Yuli, guru UKS SMPN 2 Parigi.

Yuli beberapa hari lalu menyempatkan diri menengok DN ke RSHS. Menurut dia, bocah tersebut sudah menjalani operasi pada Rabu (27/11). Paku yang bersarang selama 14 hari itu dikeluarkan dokter dari tubuh DN.

"Akhirnya paku diangkat. Tentu kami merasa lega, apalagi dikabarkan kondisi DN pascaoperasi relatif stabil," ujar Yuli. (bbn/bbn)