BBKSDA Jabar Bakal Tertibkan Pertunjukan Ular di Kabupaten Bandung

Wisma Putra - detikNews
Rabu, 27 Nov 2019 19:23 WIB
Foto: Ilustrasi ular masuk ke rumah (Andhika-detikcom)
Bandung - Tewasnya HT (24) warga Kabupaten Bandung akibat dipatuk ular king kobra menambah daftar panjang kasus serupa. Dalam rentang dua tahun terakhir ada tiga kejadian serupa terjadi di Kabupaten Bandung, dua dipatuk king kobra dan satu dililit ular piton rericulatus.

Pertama, 16 Desember 2017 lalu seorang remaja Syahril Sultan Nashir warga Kacamatan Bojongsoang tewas dipatuk king kobra peliharaannya. Kedua, 21 Juni 2019 lalu Jana (42) warga Kecamatan Kutawaringin tewas dililit ular piton peliharaannya. Ketiga, 24 November 2019 kemarin, HT tewas digigit ular king kobra saat beratraksi di Halaman Gedung Budaya Sabilulungan.


Humas BBKSDA Jabar Halu Oleo mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan tim teknis dan menertibkan pertunjukan atraksi ular yang kerap digelar di wilayah Kabupaten Bandung.

"Iya, akan dilakukan penertiban. Kita akan sampaikan ke (tim) teknis," kata Halu via sambungan telepon, Rabu (27/11/2019).


Halu menyebut, ular king kobra atau piton merupakan hewan liar yang tidak boleh dipelihara manusia. "Biarkan mereka hidup di habitatnya agar kelestariannya tetap terjaga," ucapnya.

Menurutnya populasi ular king kobra di Jawa Barat masih banyak Kabupaten Bandung seperti di Gunung Karembi Cicalengka.


Pihaknya mengimbau kepada warga Kabupaten Bandung yang memelihara ular liar untuk mengembalikan ke BBKSDA Jabar dan nantinya akan dilepasliarkan kembali ke hutan.

"Iya kembalikan, kalau bisa masyarakat enggak usahlan pelihara-pelihara. Langsung diserahkan, nanti akan kami lepasliarkan ke habitatnya. Karena kalau di habitatnya itu tidak akan menggigit manusia," ujarnya.

"Meski tidak dilindungi, sifat liar hewan tidak akan hilang," ucap Halu. (tro/tro)