Posting Nyinyir Saat Demo Mahasiswa, Pegawai BPJS Terancam Dipolisikan

Syahdan Alamsyah - detikNews
Kamis, 21 Nov 2019 16:59 WIB
Foto: Tangkapan layar video viral
Bandung - Potongan rekaman Insta Story pemilik akun Instagram lellywidyar beredar di jejaring aplikasi perpesanan. Posting-an itu beredar luas di tengah aksi demonstrasi yang dilakukan mahasiswa dari PB Himasi di kantor BPJS Kesehatan Cabang Sukabumi, Kamis (21/11/2019).

Posting-an Insta Story itu berisi unggahan foto seorang perempuan memegang karton putih bertulisan "IURAN BPJS MENINGKAT BELI SKINCARE TERHAMBAT" pemilik akun menambahkan komentar dalam unggahan foto dengan kalimat "Kalau sakit pake scincare aja ya dek jgn pake obat".

"Posting-an itu diketahui anggota kami yang sedang melakukan aksi di kantor cabang BPJS Kesehatan Sukabumi pagi tadi. Tentu ini memicu protes teman-teman. Tidak sepantasnya pemilik akun yang kami duga karyawan BPJS Kesehatan itu berbuat seperti itu," kata Eki Rukmansyah, Ketua PB Himasi, kepada detikcom melalui sambungan telepon.

Eki menyebut pihaknya saat itu melakukan aksi damai terkait penolakan naiknya iuran BPJS dan isu lainnya. Ia dikagetkan saat di tengah aksi ada rekannya yang menunjukkan soal video posting-an di Instagram itu.

"Teman-teman sempat terpancing emosinya, apalagi dia juga membuat video Insta Story saat kita melakukan aksi seolah-olah kami menghalangi aktivitas pelayanan BPJS ketika melayani masyarakat. Padahal saat aksi ada masyarakat yang ke kantor mereka kita persilakan masuk, tidak ada yang menghalangi," lanjutnya.

Terkait potongan video nyinyir yang diduga dilakukan oknum pegawai BPJS, Eki menyebut pihaknya akan melaporkan posting-an itu ke aparat kepolisian. "Tidak sepantasnya pegawai nyinyir seperti itu. Pihak BPJS melalui bagian SDM sudah meminta maaf, tapi rekan-rekan sepakat untuk melaporkan posting-an itu ke polisi," tambah dia.

Selain membawa isu penolakan kenaikan iuran BPJS, PB Himasi menyoroti sistem pada lembaga tersebut yang, menurutnya, belum baik, termasuk pengguna BPJS yang dirasa belum mendapat pelayanan maksimal.

"Kami rasa dengan dalih kenaikan BPJS itu untuk mengurangi defisit, padahal permasalahan bukan di nominal tapi di sistem mereka yang belum baik. Kalau memang iuran mau dinaikkan, perbaiki sistemnya, karena masih banyak warga peserta BPJS yang belum mendapatkan pelayanan maksimal di rumah sakit," jelas dia.

Saat detikcom mencoba melihat posting-an akun tersebut, pemilik akun lellywidyar memprivasi akun Instagram miliknya, sehingga posting-annya tidak bisa dilihat.

Dimintai konfirmasi terpisah, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sukabumi Yasmine Ramadhana Harahap mengaku belum mengetahui pasti soal permasalahan tersebut.

"Saya sedang ada pertemuan dengan Kajari di Cibadak, acara forum. Saya belum dapatkan laporan dari cabang, masih di dalam ruangan. Silakan hubungi Bu Krisnawati, Kabid Umum saya," ujarnya.
Posting Nyinyir Saat Demo Mahasiswa, Pegawai BPJS Terancam DipolisikanFoto: Tangkapan layar video viral

Krisnawati, Kabid Umum BPJS Sukabumi, membenarkan yang mengunggah posting-an adalah pegawai BPJS tapi berstatus tidak tetap. "Yang bersangkutan pegawai tidak tetap BPJS. Kami akan mendalami dulu dan menanyakan langsung kepada Saudara Lely. Setelah itu, kami laporkan ke kepala cabang. Kebetulan saat ini beliau tidak ada di tempat. Kami dalami lalu, untuk apa-apanya nanti keputusan ada di kepala cabang," bebernya.

Ia berharap kasus ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan.

"Secara lisan memang saat aksi mahasiswa akan melapor ke kepolisian. Mudah-mudahan mahasiswa mau membukakan hati untuk menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan," tandasnya. (sya/ern)