Tubuh Ikin terlempar sejauh 15 meter saat tersambar kereta api. "Tadi almarhum hendak menyeberang dari pasar Cimindi ke arah Gunungbatu, terus dari arah Bandung ke Jakarta datang kereta api cepat," kata Syarif, salah seorang saksi mata.
Sebelum kejadian tersebut, menurut Syarif, Ikin berjalan berbarengan dengan warga lainnya. Namun, ia tertinggal. Sementara itu, dari arah kiri datang kereta yang membunyikan klakson peringatan berulang-ulang.
Warga pun sempat memperingatkan Ikin agar menghindar. "Almarhum terlihat melamun dan merokok. Memang di sini sering terjadi kecelakaan, terakhir tiga bulan yang lalu," ujar Syarif.
Insiden kecelakaan ini mengundang rasa penasaran dari pengendara dan warga yang melintas. Polisi mengingatkan pengendara dan warga tidak berkerumun di perlintasan.
Bhabinkamtibmas Cigugur Tengah Bripka Rohendi mengatakan pihak keluarga telah mengikhlaskan kejadian tersebut sebagai musibah. "Sekarang jenazah akan dibawa ke Rancaekek untuk dikebumikan," ucap Rohendi. (bbn/bbn)











































