Mulai 21 November, 2.000 Anak Ayam Disebar ke 12 Sekolah Bandung

Mochamad Solehudin - detikNews
Selasa, 19 Nov 2019 15:13 WIB
Peternakan ayam. (Eko Susanto/detikcom)
Peternakan ayam. (Eko Susanto/detikcom)
Bandung - Pemerintah Kota Bandung siap merilis program bagi-bagi anak ayam kepada pelajar. Tahap pertama rencananya 2.000 anak ayam yang dibagikan ke 12 sekolah tingkat SD dan SMP di wilayah Kecamatan Gedebage dan Kecamatan Cibiru.

Kepala Dispangtan Kota Bandung Gingin Ginanjar menuturkan rencananya program bagi-bagi anak ayam akan dirilis pada Kamis (21/11/2019). Pihaknya bersama Disdik Kota Bandung telah memilih sejumlah sekolah sebagai tahap awal program tersebut.

"Terkait program kita launching atau simbolis pemberian anak ayam bagi siswa sekolah. Ini baru bisa kita lakukan di dua Kecamatan Cibiru dan Gedebage. Secara simbolis tanggal 21 (November) akan kita lakukan," kata Gingin di Balai Kota Bandung, Selasa (19/11/2019).


Dia mengungkapkan, untuk tahap pertama ini, ada 12 sekolah terdiri dari dua sekolah tingkat SMP dan 10 SD. Nantinya para siswa dari sejumlah sekolah tersebut akan mendapat anak ayam seperti yang telah direncanakan.

"Siswanya untuk tingkat SD akan diberikan ke kelas lima dan SMP itu kelas VII. Jumlah ayam yang akan disebarkan sebanyak 1.500 sampai 2.000 (ekor)," ucapnya. Program bagi-bagi anak ayam ini diharapkan bisa memberi banyak dampak positif untuk para siswa. Karena melalui program yang digagas langsung Wali Kota Bandung Oded M Danial menjadi bagian dari pembentukan karakter para siswa di Kota Bandung.

"Ayam ini jadi proses pembelajaran, pelajaran yang disisipkan. Ada lima mata pelajaran (yang mendukung program ini) IPA, IPS, TIK, Prakarya dan Bahasa Indonesia. Anak nanti amati paling tidak 6 bulan (satu semester)," katanya.


Dia juga menyampaikan program ini bagian dari program Bandung Masagi. Pihaknya memberi nama kegiatan ini Akibagi (Aktif, Kolaboratif, Integratif, Bandung Masagi).

"Jadi bukan hanya melihat ke proses ayam besar, tapi proses ini yang kita amati. Misal ayamnya kena penyakit, anak (siswa) paham (apa penyebab dan lain-lain)," ucapnya.


Dalam kesempatan itu, dia mengungkapkan, untuk menyediakan ribuan anak ayam pihaknya menggandeng komunitas. Karena pihaknya tidak memiliki alokasi anggaran untuk pengadaan anak ayam.

"Dispangtan itu konteks support teknis, bagaimana merawat, budi daya. Karena bukan program APBD, nanti di-support komunitas. Karena di awal tidak ada anggaran," ujarnya.

Seperti diketahui program bagi-bagi anak ayam yang digagas Oded adalah sebagai salah satu upaya agar anak-anak tak kecanduan gadget. (tro/tro)