Cegah Kecanduan Gadget, Pemkot Siapkan 2.000 Anak Ayam untuk Siswa

Mochamad Solehudin - detikNews
Kamis, 14 Nov 2019 15:56 WIB
Pemkot Bandung akan membagikan anak ayam sebagai upaya mencegah anak kecanduan gadget. (Arbi Anugrah/detikcom)
Bandung - Wali Kota Bandung Oded M Danial akan menggulirkan rencana pembagian anak ayam kepada para siswa SD dan SMP di Kota Bandung. Rencananya, program sebagai upaya mengatasi kecanduan terhadap gadget itu akan dimulai pada November. Lalu bagaimana kelanjutan program tersebut?

Kepala Dispangtan Kota Bandung Gingin Ginanjar menuturkan program bagi-bagi anak ayam merupakan langkah untuk pendidikan karakter para siswa. Saat ini program tersebut masih terus dibahas bersama Dinas Pendidikan Kota Bandung terkait pola atau skema yang akan berjalan.

"Kami menyiapkan dari sisi teknis, karena ini akan jadi bagian mata pelajaran siswa SD atau SMP. Kebetulan Disdik memiliki program yang sudah melekat, khususnya program Bandung Masagi," kata Gingin di Lapangan Sukapura, Kota Bandung, Kamis (14/11/2019).


Pemberian anak ayam kepada pelajar bagian dari upaya pendidikan karakter. Nantinya para siswa akan diberi anak ayam, sementara siswi diberi bibit tanaman cabai dan lainnya.

"Tapi sistem pembelajarannya (nanti) sekolah membuat kelompok. Rencananya satu kelompok lima orang (siswa). Nanti (setiap) kelompok bertugas mengamati, menyiapkan kandang, dan lain-lain," ucapnya.
Selain itu, dalam setiap kelompok, akan dipilih rumah siswa yang memungkinkan sebagai tempat ayam dipelihara. "Karena ini kelompok, ditentukan mana (siswa yang) memiliki lahan yang representatif (di rumahnya)," katanya.

Gingin mengatakan, untuk tahap pertama, pihaknya akan menyiapkan 1.000 sampai 2.000 ekor anak ayam untuk dibagikan. Rencananya ribuan anak ayam itu akan disebar di sejumlah sekolah yang berada di Kecamatan Gedebage dan Kecamatan Cibiru.

"Tahap pertama ada 1.000 sampai 2.000 ekor anak ayam. Kami akan menyiapkan. Kondisi hari ini agak sulit karena cuaca, ayam (produksinya) lagi turun. Kami coba cari ke berbagai supplier," ucapnya.


Dalam kesempatan itu, Gingin mengungkapkan, untuk menyediakan ribuan anak ayam, pihaknya menggandeng komunitas. Karena pihaknya tidak memiliki alokasi anggaran untuk pengadaan anak ayam.

"Dispangtan itu konteks support teknis, bagaimana merawat, budi daya. Karena bukan program APBD, nanti di-support komunitas. Karena di awal tidak ada anggaran," katanya.

Mengenai pelaksanaan programnya sendiri, rencananya akan dimulai secara simbolis pada 21 November mendatang. Namun secara teknis dia belum bisa memastikan karena akan memberi laporan kepada Oded.

"Mudah-mudahan 21 November bertepatan dengan kegiatan Bandung Menanam jilid satu," ujarnya.


Diberitakan sebelumnya, meski mendapat sejumlah kritik, Wali Kota Bandung Oded M Danial cukup serius menggulirkan program bagi-bagi anak ayam untuk pelajar di Kota Bandung.

Gagasan membagikan anak ayam kepada pelajar SD dan SMP demi mengurangi ketergantungan terhadap gadget. Karena gadget memberi dampak buruk terhadap kesehatan jiwa bila digunakan secara berlebih.

Oded menjelaskan pemberian anak ayam kepada pelajar tidak hanya untuk mengatasi ketergantungan gadget semata. Tapi ada banyak manfaat yang bisa didapat oleh pelajar nantinya.


Misalnya saja, kata Oded, para pelajar di Kota Bandung bisa mengerti bagaimana caranya memelihara ayam yang baik dan benar. Pemberian anak ayam akan dikhususkan pada pelajar pria. Program yang disiapkannya itu juga lebih menekankan pada edukasi.

"Akan berikan DOC atau anak ayam. Agar mereka juga tumbuh dalam diri mereka jiwa entrepreuner, menyayangi binatang, tanggung jawab," ucap Oded di kantor Dispangtan Kota Bandung, Jalan Arjuna, Kota Bandung, Rabu (23/10/2019). (mso/tro)