Solar Subsidi Dibatasi, PO Bus di Ciamis Hentikan Sebagian Armada

Dadang Hermansyah - detikNews
Kamis, 14 Nov 2019 12:26 WIB
Pengusaha bus di Ciamis memilih menghentikan sebagian operasi karena adanya pembatasan solar subsidi. (Dadang Hermansyah/detikcom)
Pengusaha bus di Ciamis memilih menghentikan sebagian operasi karena adanya pembatasan solar subsidi. (Dadang Hermansyah/detikcom)
Ciamis - Pengusaha otobus (PO) di Kabupaten Ciamis mengeluh sering kehabisan solar karena adanya pembatasan jatah subsidi di SPBU. Daripada rugi dan gulung tikar, para pengusaha memilih menghentikan operasi sebagian armada.

"Pembatasan solar subsidi ini sangat membebani masyarakat, terutama para pengusaha bus. Di wilayah Ciamis dan Priangan Timur, seperti Garut dan Tasikmalaya, itu memang sering kehabisan solar," ujar Manajer Personalia Gapuraning Rahayu Ekky Brata Kusuma, Kamis (14/11/2019).


Menurut Ekky, beberapa hari ini sangat sulit mencari solar subsidi di setiap SPBU. Bus mencoba menyiasati dengan penyisiran SPBU di jalan nasional, dari Pamalayan, Cihaurbeuti di Ciamis, bahkan hingga Bandung. Meski ada, pembelian hanya dijatah 50-100 liter. Jumlah itu belum cukup karena rata-rata sehari bus diisi sampai 200 liter.

Solar Subsidi Dibatasi, PO Bus di Ciamis Hentikan Sebagian ArmadaFoto: Dadang Hermansyah/detikcom
Bila bus harus menggunakan solar nonsubsidi, perusahaan akan keberatan. Tarif harus ada penyesuaian, sedangkan kondisi penumpang bus semakin hari semakin sepi.

"Kalau pakai solar nonsubsidi, sangat berat dan merugikan. Kalau tak ada solar subsidi, kami memilih menghentikan operasi daripada gulung tikar. Hanya beberapa bus yang beroperasi. Sekarang kondisi penumpang semakin sepi," ucap Ekky, yang juga Sekretaris Organda Ciamis.
Ekky memahami kebijakan pemerintah yang mengurangi solar subsidi. Sebab, beban subsidi cukup besar dan membebani pemerintah. Namun pembatasan solar subsidi bukan solusi karena berdampak kepada masyarakat.

Solar subsidi, kata Ekky, masih dibutuhkan masyarakat. Tapi subsidi ini banyak disalahgunakan oleh oknum, seperti untuk alat berat, mobil pelat merah, dan lainnya. Ia meminta pemerintah lebih meningkatkan pengawasan penyaluran dibanding pembatasan.

Solar Subsidi Dibatasi, PO Bus di Ciamis Hentikan Sebagian ArmadaFoto: Dadang Hermansyah/detikcom
"Yang perlu dilakukan itu bukan membatasi, tapi meningkatkan pengawasan dalam penyalurannya, supaya tidak disalahgunakan," ucap Ekky.


Dampak pembatasan solar subsidi juga dirasakan oleh Wawan Ridwan, pengusaha penggilingan padi asal Cihaurbeuti. Beberapa hari terakhir ini ia harus berkeliling ke beberapa SPBU untuk mendapat solar supaya mesin penggilingan padi miliknya tetap beroperasi.

"Di SPBU yang dekat susah sekali membeli solar. Alasannya habis, tapi terkadang untuk kendaraan tertentu ada. Padahal saya sudah mengantongi surat rekomendasi pembelian solar melalui jeriken," kata Wawan. (tro/tro)