Dadang Naser Tak Izinkan Istrinya Maju di Pilkada Kabupaten Bandung

Wisma Putra - detikNews
Senin, 11 Nov 2019 10:55 WIB
Foto: Wisma Putra
Foto: Wisma Putra
Kabupaten Bandung - DPD Golkar Kabupaten Bandung resmi membuka penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Bandung Priode 2010-2024.

Secara pribadi, Ketua DPD Golkar Kabupaten Bandung atau yang kini masih menjabat sebagai Bupati Bandung Dadang M Naser menegaskan tidak akan mengizinkan istrinya Kurnia Agustina Naser untuk maju di Pilbup 2020.

"Ibu Nia (sapaan karib istrinya), saya selaku suaminya tidak mengizinkan jadi bupati," kata Dadang di Soreang, Senin (11/11/2019).

Ia mengaku DPD dan DPP meminta istrinya untuk maju menjadi calon bupati menggantikannya. "Alasannya ada survei yang sudah menunjukkan ke arah sana tapi saya bilang tidak," jelasnya.

Dadang mengungkapkan alasanya, sebagai kepala keluarga ada dua hal yang menjadi pertimbangannya melarang istrinya maju pada Pilbup 2020 mendatang.

"Pertama saya memberikan kesempatan kepada kaum pria. Bukan masalah gender ampun paralun, tapi saya masih meyakini 'Arrijalu Qowwamuna Alannisa' (laki-laki adalah pemimpinan), itu dari keluarga," ungkapnya.

Alasan kedua, ia melarang Nia maju karena khawatir akan ada gonjang-ganjing dari masyarakat terkait dinasti politik. Di samping itu menurutnya sangat berat menjadi seorang Bupati Kabupaten Bandung terlebih bagi seorang peremp

Meskipun secara pribadi Dadang tak mengizinkan Nia maju di Pilbup Kabupaten Bandung 2020. Nia tetap membawa formulir pendaftaran yang diwakili oleh Ketua PK Golkar Ciparay Evi Riyanti.

Sementara itu, sejak dibuka penjaringan bakal calon bupati Bandung, Minggu (10/11) kemarin, ada sembilan nama bakal calon lainnya yang mengambil formulir yang berasal dari dalam dan luar kader Golkar.

Di antaranya, Ferry ketua Kadin Kabupaten Bandung, Dadang Supriatna Anggota DPRD Provinsi, Yoga Saputra dan Ketua DPRD Kabupaten Bandung Sugiarto, Anggota DPR RI Anang Susanto, Ketua SPSI Kabupaten Bandung Uben Yunara, Wendy Irawan Ketua MKGR Jabar, Tubagus Raditya Fungsionaris Golkar Jabar dan Firman B Somantri Anggota DPRD Kabupaten Bandung. (ern/ern)