detikNews
Jumat 08 November 2019, 16:45 WIB

Denda Rp 50 Juta untuk Perokok Sembarangan di Kabupaten Bandung

Wisma Putra - detikNews
Denda Rp 50 Juta untuk Perokok Sembarangan di Kabupaten Bandung Ilustrasi (Foto: thinkstock)
Kabupaten Bandung - Peraturan Daerah Kawasan Tanpa Rokok (Perda KTR) sudah sah diberlakukan Pemkab Bandung sejak 8 Desember 2018. Denda Rp 50 juta untuk warga yang terbukti merokok di area KTR.

Asisten Ekonomi dan Kesejahteraan Pemkab Bandung Marlan menegaskan penindakan terhadap perokok yang melanggar aturan itu berlaku mulai 1 Januari 2020. Menurutnya, satgas penindakan pelanggar orang merokok sembarangan ini telah terbentuk pada September 2019.

"Dulu belum siap alatnya (satgas), karena baru terbentuk pada September 2019," kata Marlan usai kegiatan Ngawangkong Bari Ngopi di kompleks Pemkab Bandung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (8/11/2019).


Marlan mengungkapkan tim satgas yang terbentuk ini diberi pelatihan dan bimbingan teknis pada Oktober 2019. Sehingga, sambung dia, tim satgas tersebut resmi melaksanakan tugasnya mulai 1 Januari 2020. Dalam waktu dua bulan yang tersisa ini, mereka gencar sosialisasi kepada masyarakat di tingkat kabupaten dan kecamatan.

"Sebetulnya sosialisasi untuk Perda KTR sudah dilakukan sejak awal 2018, begitu Perda ditetapkan oleh DPRD. Kami diberi waktu satu tahun untuk sosialisasi sampai terbit Perbup Nomor 89 Tahun 2018 tentang berlakunya Perda itu," ucap Marlan.

Ia menjelaskan ada lima area kategori KTR yaitu fasilitas kesehatan, fasilitas pendidikan, tempat bermain anak, tempat peribadatan, dan angkutan umum. "Untuk yang masih boleh ada tempat merokok itu ada tiga. Kawasan perkantoran, tempat umum dan lainnya yang diatur dalam Perbup. Syaratnya harus dibuat tempat khusus merokok seperti gazebo," ujar Marlan.


Sanksi untuk orang yang melanggar Perda KTR ada beberapa jenis yakni sanksi lisan, tertulis, administratif, dan tindak pidana ringan (tipiring) dengan hukuman kurungan 7 hari atau denda Rp 50 juta. "Untuk masyarakat umum sama dikenakan tipiring. Terutama bagi perokok, penjual rokok maupun pembeli. Ini akan mulai berlaku 1 Januari (2020)," tuturnya.

Alasan dibuatnya Perda KTR ini, menurut Marlan, karena meningkatnya warga yang sakit akibat penyakit tidak menular. Salah satunya gegara terpapar asap rokok.

"Perokok pasif ini lebih berbahaya dari perokok aktif. Apalagi sesuai data dari Dinkes, 50 persen anak-anak di Kabupaten Bandung terpapar asap rokok," kata Marlan menegaskan.


Simak juga video "Pelihara Ayam, Solusi Pemkot Bandung atasi Kecanduan Gadget Anak" :

[Gambas:Video 20detik]


(bbn/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com