detikNews
Jumat 08 November 2019, 14:42 WIB

Pemkab Bandung Turun Tangan Atasi Perceraian di Kalangan PNS

Wisma Putra - detikNews
Pemkab Bandung Turun Tangan Atasi Perceraian di Kalangan PNS Foto: Wisma Putra/detikcom
Kabupaten Bandung - Sepuluh bulan terakhir, lebih dari 200 pegawai negeri sipil (PNS) di Kabupaten Bandung melayangkan gugatan cerai ke Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Bandung. Mayoritas berasal dari kalangan guru.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung Teddy Kusdiana mengatakan pihaknya tidak berharap ada banyak kasus perceraian berasal dari kalangan guru dan PNS Kabupaten Bandung.

"Ya kami tidak berharap banyaknya kasus perceraian (berasal dari kalangan) guru. Kami dorong terus pembinaan-pembinaan, masalah kerukunan di internal keluarganya," kata Teddy di Masjid Al-Fathu, Soreang, Jumat (8/11/2019).

Teddy mengatakan pihaknya akan segera berkonsultasi dengan pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung kalau memang angka perceraian tinggi di Disdik.

"Itu menjadi bahan evaluasi kita ke depan, termasuk bagaimana solusinya ke depan," ujarnya.



Mengenai imbauan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bandung Karunia Naser soal PNS Kabupaten Bandung memasang foto keluarga di ruang kerjanya, Teddy sepakat.

Menurut Teddy, imbauan tersebut harus diikuti PNS Kabupaten Bandung agar keluarga tetap harmonis.

"Itu salah satu upaya, ada foto keluarga di (ruang kerja) pejabat struktural, termasuk guru dan kepala sekolah," ungkapnya.

Ia berujar, dalam menjalankan pekerjaan dinas, pihaknya mengimbau kepada PNS Kabupaten Bandung agar tetap ingat keluarga.

"Kita ketika bekerja harus ingat keluarga," kata Teddy.

Menurutnya, memasang foto keluarga di ruang kerja baru imbauan. Ke depannya, hal tersebut bisa dibuat sebuah program.

"Mudah-mudahan karena itu imbauan pimpinan, bisa jadi ditiru. Masuk program, nanti berkaitannya dengan perlindungan anak dan perempuan," jelasnya.

Menurutnya, bila PNS ingin bercerai, harus ada izin pimpinan. Menanggapi kasus ini, pihaknya akan segera memberikan imbauan kepada para PNS Kabupaten Bandung, bila memiliki masalah keluarga, PNS diharapkan mengedepankan musyawarah.

"Ya (cerai) itu jalan terakhir. Tapi diselesaikan lebih dini, kedepankan (pendekatan) persuasif di keluarga masing-masing. Ini menjadi bahan evaluasi bagi kita," pungkasnya.
(ern/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com