detikNews
Kamis 07 November 2019, 14:10 WIB

Kemarau Panjang, Waduk Setupatok Cirebon Alami Kekeringan Parah

Sudirman Wamad - detikNews
Kemarau Panjang, Waduk Setupatok Cirebon Alami Kekeringan Parah Waduk Setupatok di Kabupaten Cirebon mengalami kekeringan parah. (Sudirman Wamad/detikcom)
Cirebon - Kemarau panjang melanda Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Imbasnya, Waduk Setupatok, yang berada di Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, pun mengering.

Petugas Waduk Setupatok Muhamad Suherman mengatakan penyusutan volume air pada tahun ini lebih parah dibandingkan tahun sebelumnya. "Sekarang volumenya hanya 610 liter meter kubik. Tahun lalu di bulan yang sama masih 1 juta liter meter kubik. Kalau daya tampungnya sih mencapai 14 juta liter meter kubik," kata Suherman saat ditemui di lokasi, Kamis (7/10/2019).


Lebih lanjut, Suherman menerangkan, Waduk Setupatok berfungsi mengairi 1.365 hektare persawahan yang berada di sekitarnya. Karena saat ini belum memasuki musim tanam, air waduk hanya digunakan untuk mencegah kerusakan struktur waduk.

"Kalau kekeringan seperti ini, tubuh waduk bisa rusak. Bisa reta-retak. Jadi sengaja tidak dikeluarkan airnya, kemudian belum masuk musim tanam juga," ucapnya.

Kemarau Panjang, Waduk Setupatok Cirebon Alami Kekeringan ParahFoto: Sudirman Wamad/detikcom
Suherman menyebutkan, hingga kini Waduk Setupatok masih mengandalkan sumber air dari tiga sungai, yakni Sungai Kali Desa, Cibuluh, dan Cikaramat. Karena kemarau panjang, tiga sungai tersebut sudah mengering dan tak mengalirkan air ke waduk.

"Kekeringan sejak Oktober, air makin menyusut," katanya.

Kondisi waduk yang mengering itu dimanfaatkan warga sekitar untuk menanam palawija, seperti jagung dan singkong. "Memang setiap tahun kalau mengering itu warga sekitar memanfaatkan dasar waduk jadi lahan tanam. Ya, sudah biasa," katanya.


Salah seorang warga Desa Setupatok Jaelani mengaku setiap musim kemarau memanfaatkan tanah dasar menjadi lahan tanam. Jealani menanam padi dan jagung.

"Ya buat sehari-hari, bukan untuk dijual," katanya.

Kemarau Panjang, Waduk Setupatok Cirebon Alami Kekeringan ParahFoto: Sudirman Wamad/detikcom
Jaelani mengaku ada perbedaan hasil panen antara tanaman yang ditanam di lahan normal dengan yang di waduk. Secara kuantitas, hasil panennya lebih sedikit dibandingkan dengan di lahan biasa.

"Di sini tanam padi di lahan seluas sekitar setengah hektare lebih hasilnya sekitar 5 kuintal. Kalau di lahan biasa kan bisa lebih," katanya.



Tonton juga video Air Surut, Pedagang Jualan Siomay di Tengah Bengawan Solo:

[Gambas:Video 20detik]




(tro/tro)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com