Benarkah Lurah di Cimahi Tolak Pemakaman Warganya?

Yudha Maulana - detikNews
Rabu, 06 Nov 2019 20:02 WIB
Foto: iStock
Cimahi - Jasad lansia pria yang ditemukan tergeletak di pemakaman Pandu, Cicendo, Kota Bandung, pada Senin (3/11/2019) hingga kini dikabarkan belum juga dimakamkan. Jenazah yang diketahui bernama Topan Sutisna, warga Cimahi, itu disebut ditolak pemakamannya oleh lurah tempat dia tinggal.

Kabar itu tersebar melalui sejumlah WhatsApp group (WAG). Dalam pesan itu disebutkan jenazah Topan, yang merupakan warga Kampung Sukanampa, RT 02 RW 19, Kelurahan Cigugur Tengah, Cimahi Tengah, Kota Cimahi, masih berada di RS Hasan Sadikin.

Kondisi mayat disebutkan sudah bengkak karena tak segera dikubur. Alasannya, dalam pesan itu, Lurah dan Bhabinkamtibmas Cigugur Tengah melarang pemakaman Topan.

"Mohon bantuan rekan-rekan untuk menyampaikan hal tersebut kepada Wali Kota Cimahi. Kasihan hingga saat ini jenazah belum dapat dimakamkan , atas segala bantuan rekan rekan , kami mengucapkan banyak terima kasih,
(padahal banyak tetangga Almarhum mau memakamkan dgn biaya ditanggung oleh warga , namun tidak di ijinkan oleh Lurah )," demikian yang tertulis dalam pesan yang tak diketahui pembuatnya itu.

Saat dimintai konfirmasi detikcom, Lurah Cigugur Tengah Yuyus Supriatna membantah pihaknya tak mengizinkan pemakaman Topan. "Kami sedang berkoordinasi dengan Polsek Cicendo karena untuk mengambil jenazah ini tak bisa begitu saja di RSHS," kata Yuyus.

Yuyus menyatakan pihaknya harus berkoordinasi dulu dengan kepolisian, termasuk harus ada surat pengantar. "Karena keberadaan keluarga almarhum ini tak diketahui, bagaimana kalau kami ambil (jasad), kemudian ada keluarganya yang menuntut?" ujar Yuyus.

Yuyus mengatakan Topan sudah lama meninggalkan kampungnya. Topan sempat menjual rumahnya, kemudian mengontrak di rumah ketua RT setempat. "Setelah dari sana, setahun yang lalu dia pergi entah ke mana. Tetangganya juga tidak mengetahui," katanya.

Pihaknya pun sempat mencari keberadaan keluarga Topan di wilayah Cibabat, namun hasilnya masih nihil. Karena itu, kata Yuyus, pihaknya memutuskan segera menguburkan jenazah Topan.

"Kalau kami kuburkan, nanti di TPU milik Pemkot Cimahi. Kami sedang koordinasi dengan Polsek Cicendo, agar ada yang menyaksikan saat jasad diambil, itu pun bila sudah dipastikan keluarga korban tak ada yang keberatan kami urus," katanya.

Sementara itu, Bhabinkamtibmas Cigugur Tengah Bripka Rohendi mengatakan masih menunggu petunjuk pemulangan jenazah dari Polsek Cicendo. "Saya sudah simpan nomor (di Polsek Cicendo), tapi sampai sekarang belum ada koordinasi lagi. Kalau sudah ada petunjuk, kami siap menjemput dan menguburkan," katanya.

Dihubungi secara terpisah, Kepala Humas RSHS Bandung Renny Meysuburiani membenarkan jasad Topan belum dibawa. "Hari ini ada staf dari kelurahannya sedang berkoordinasi dengan dokter forensik, mudah-mudahan bisa segera dibawa," kata Renny. (ern/ern)