Pencarian Nelayan yang Hilang Akibat Tabrakan Perahu Dilanjutkan Hari Ini

Pencarian Nelayan yang Hilang Akibat Tabrakan Perahu Dilanjutkan Hari Ini

Syahdan Alamsyah - detikNews
Minggu, 03 Nov 2019 08:24 WIB
Pencarian Nelayan yang Hilang Akibat Tabrakan Perahu Dilanjutkan Hari Ini
Potongan perahu nelayan akibat tabrakan/Foto: Istimewa
Sukabumi - Dua nelayan perahu congkreng yang bertabrakan dengan kapal Baruna Jaya 1, milik Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) di perairan Banten berhasil dievakuasi dan telah mendapat penanganan medis di RSUD Palabuhanratu, Sukabumi. Sementara satu nelayan lagi masih dicari.

Andi (33), Nurdin (44) bersama Amit (50), melompat ke laut saat perahu yang mereka tumpangi bertabrakan dengan Kapal Baruna Jaya pada Sabtu (2/11/2019).

"Informasi yang kita peroleh tiga anak buah kapal (ABK) nelayan menceburkan dirinya ke laut untuk menyelamatkan diri dan kemudian dievakuasi oleh anak buah kapal KR Baruna Jaya I yang merupakan milik BPPT. Dua nelayan berhasil mereka evakuasi ke dalam kapal sedangkan satu orang masih dalam pencarian serta mereka butuh intercept terhadap kedua korban untuk dilakukan evakuasi ke darat," kata Hendra Sudirman, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Jakarta dalam rilis yang diterima detikcom, Minggu (3/11/2019).

Hendra mengaku sudah berkoordinasi dengan SAR yang ada di lokasi dan juga mengirimkan tim Rescue Pos SAR Sukabumi untuk membantu penyelamatan para nelayan. Dua nelayan selamat langsung dibawa ke RSUD Palabuhanratu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sekitar pukul 21.30 WIB kedua korban tiba di dermaga dan langsung dievakuasi menuju RSUD Palabuhanratu menggunakan ambulans untuk penanganan lebih lanjut," lanjutnya.

Proses evakusi melibatkan Pos SAR Sukabumi, Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Polair Sukabumi, BPBD Kabupaten Sukabumi, Syahbandar Perikanan Palabuhanratu, HNSI Palabuhan ratu, Lifeguard Palabuhanratu, Ambulans RSUD Palabuhanratu, dan Nelayan setempat.

"Untuk satu nelayan yang belum ditemukan atas nama Amit (50) akan kita lakukan penyisiran Minggu pagi," tandasnya.

(sya/ern)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads