Mobil Tak Kunjung Dikirim, Nasabah Geruduk Dealer Akumobil Minta Refund

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Jumat, 01 Nov 2019 12:56 WIB
Foto: Dony Indra Ramadhan/detikcom
Foto: Dony Indra Ramadhan/detikcom
Bandung - Sejumlah nasabah menggeruduk dealer Akumobil di Bandung. Mereka menuntut pengembalian uang pembelian mobil lantaran merasa ditipu.

Mereka mendatangi dealer Akumobil yang beralamat di Jalan Sadakeling, Kota Bandung, pada Kamis (31/10). Mereka mengaku hendak mengambil refund atas mobil yang dibeli.

"Kemarin itu akumulasi dari kemunduran pihak Akumobil yang terus mereka lakukan. Akumobil sudah menjanjikan dari beberapa bulan lalu akan memberikan refund, tapi selalu batal," ucap salah seorang nasabah bernama Zulfikar Hubullah saat dihubungi detikcom, Jumat (1/11/2019).

Zul, sapaannya, mengatakan dia merasa ditipu oleh Akumobil. Menurut Zul, dia membeli mobil dengan harga murah jauh dari pasaran. Zul ditawari mobil Toyota Agya dengan harga Rp 50 juta dalam sebuah event mobil bertajuk 'Flash Sale' yang digelar pada Juni 2019 di salah satu mal di Bandung.

Singkat cerita, Zul membayar mobil tersebut dan dijanjikan mobil akan dikirim satu bulan kemudian. Namun ternyata mobil tak kunjung datang hingga saat ini. Hal itulah yang membuat Zul dan ratusan nasabah lain mendatangi dealer Akumobil untuk meminta pengembalian dana.

"Refund itu dijanjikan terus-menerus dari beberapa bulan lalu. Minggu kemarin ada surat resmi yang ditandatangani bahwa tanggal 31 Oktober mau pencairan besar-besaran. Ditunggulah kemarin itu sama konsumen, bukan untuk berdemo, tapi untuk menunggu pencairan," katanya.

Namun ditunggu sejak pagi, pencairan itu tak kunjung dilakukan. Pihak Akumobil justru mengajak diskusi lagi soal pencairan dana tersebut.

Kamis malam pun terjadi keributan yang videonya beredar di media sosial. Dalam video berdurasi 1 menit itu, terlihat ratusan orang berteriak-teriak minta pengembalian dana. Polisi terlihat mengamankan sejumlah orang yang diduga dari Akumobil untuk mencegah amukan massa.

"Ternyata hadir itu bukan pencairan, tapi untuk kembali lagi berdiskusi. Massa nggak terima, akhirnya chaos-lah. Massa rada chaos, nggak ada titik temu," kata dia. (dir/ern)