Informasi yang diperoleh detikcom, keracunan pertama kali diketahui setelah beberapa siswa SDN 3 Sukanagara mengeluh pusing dan mual. Hanya dalam jarak belasan menit jumlah pelajar dengan keluhan serupa bertambah.
"Awalnya keluhan dari siswa SD, menyusul beberapa pelajar TK Tunas Karya yang memang berdekatan dengan SD Sukanagara 3 juga mengeluhkan hal serupa," kata Camat Sukanagara Dede Saputra kepada wartawan Selasa (29/10/2019).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Diduga dari makaroni yang dijual di depan sekolah. Kemungkinan dari makaroninya atau bumbunya sudah basi. Sebab, korban juga ada yang menyebut rasanya sedikit asam. Tapi, untuk jelasnya, oleh pihak kepolisian sedang diperiksa," kata dia.
Kapolsek Sukanagara AKP Cahyadi membenarkan peristiwa keracunan tersebut. Saat ini pihaknya masih memeriksa penjual jajanan sekolah yang dicurigai memicu keracunan tersebut.
"Kejadian keracunan makanan akibat jajanan makaroni dan cireng. Korban dari TK Tunas Karya PTPN VIII Panyairan dan SDN 3 Sukanagara. Jumlah korban seluruhnya 24 anak," kata Cahyadi.
Identitas korban berdasarkan catatan kepolisian masing-masing bernama :
1. Cantika 10 th Kp.Lewibunder
2. Aqila 10 Th Kp Babakan Ladang
3. Alsan 5 Th Kp. Babakan Lapang
4. Fransiska 6 Th Kp.Balapulang
5. Farhan 6 Th Kp Sukagalih
6. Tri Nuraeni 10 th Kp Batukorsi
7. M Farhan 6 th Kp.Sukagalih
8. Najla 10 Th Kp.Pos
9. Siti salsiah 11 Th Kp.Cibereum
10. Rizal 7 Th Kp Babakan lapang
11. Lutfia Srifama 11 Th Kp. Cibereum
12. Mala 9 Th Kp Ciberem
13. Bilqis 5 Th Kp. Babakan lapang
14. Adela 6,5 Th Kp Pertas
15. Dika 12 Th Kp Babakan Anyar
16. Farhan Anugrah 11 Th Kp.langensari
17. Nurul Falah 6 Th Kp. Balapulang
18. Albi 6 Th Kp.Batukorsi
19. Yunas 12 Th Kp.Sirnagalih
20. Fatwa Aulia 9 th Kp.Sirnagalih
21. Apriansyah 11 th Kp Sirnagalih
22. Nabil 7 Th Kp.Sirnagalih
23. Najwqa 6 Th Kp Batukorsi
24. Sintia 7 Th Kp Sirnagalih 2
Dihubungi terpisah, Kepala Puskesmas Sukanagara Tuti Amalia mengatakan para siswa tersebut dibawa ke Puskesmas pada pukul 10.00 WIB. Total siswa yang mengalami keracunan dan mendapat penanganan medis ialah 24 siswa, terdiri atas 18 siswa SD dan 6 siswa TK.
"Kami sudah beri penanganan medis, beberapa korban berangsur pulih. Tidak ada yang dirujuk ke rumah sakit, masih bisa ditangani di puskesmas. Kemungkinan beberapa jam setelah ditangani kondisinya akan kembali membaik dan bisa pulang," kata dia. (sya/ern)











































