Detik-detik Kebrutalan Gerombolan Bermotor Serang SMAN 10 Bandung

Tri Ispranoto - detikNews
Senin, 28 Okt 2019 14:21 WIB
Rekaman kamera CCTV yang memperlihatkan gerombolan bermotor menyerang SMAN 10 Kota Bandung. (Foto: istimewa)
Bandung - Puluhan gerombolan bermotor menyerang SMAN 10 Kota Bandung di Jalan Cikutrapada Minggu 27 Oktober malam, sekitar pukul 22.00 WIB. Bagaimana kronologinya?

Agus, salah seorang satpam sekolah menjelaskan, penyerangan telah terjadi sejak Sabtu 26 Oktober malam. "Pas malam Minggu hanya pelemparan batu besar saja dan sudah ada ancaman," katanya saat ditemui di SMAN 10, Senin (28/10/2019).

Barulah pada Minggu malam penyerangan dalam skala besar dilakukan oleh gerombolan bermotor yang jumlahnya mencapai 60 orang lebih. Saat kejadian di sekolah hanya ada satu orang satpam bernama Asep.


Sekitar pukul 22.00 WIB, Asep yang berjaga di area dalam sekolah tiba-tiba melihat gerombolan bermotor datang dan berhenti di depan pagar. Ia langsung lari setelah melihat sejumlah orang masuk serta merusak gerbang dan pos satpam sekolah.

"Begitu kejadian Pak Asep yang jaga sendiri langsung lari ke dalam. Sementara orang-orang itu ngehancurin dan ngerobohin pagar yang digembok. Pos satpam juga dirusak," kata Agus.

Detik-detik Kebrutalan Gerombolan Bermotor Serang SMAN 10 BandungPos satpam SMAN 10 Kota Bandung yang dirusak gerombolan bermotor. (Foto: Tri Ispranoto/detikcom)
Selain bagian pagar dan pos, gerombolan tersebut juga merusak taman depan sekolah. Bahkan, tiang penanda SMAN 10 Bandung yang tertanam di taman, turut dicabut oleh para pelaku.

"Kejadian itu sekitar 10-15 menitan. Kalau korban enggak ada, hanya perusakan saja," ucap Agus.

Aksi brutal tersebut terekam oleh kamera CCTV sekolah. Terdapat 2 rekaman yang menunjukkan detik-detik penyerangan. Rekaman pertama berdurasi satu menit diduga kejadian pada Sabtu malam, sementara video kedua berdurasi tiga menit kejadian pada Minggu malam.

Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP M Rifai mengatakan pihaknya masih menyelidiki kejadian itu. "Kita masih selidiki pelaku dan motifnya. Sejumlah barang bukti juga sudah didapat dan kita dalami," ujar Rifai. (bbn/bbn)