Melihat Keseruan 6.000 Bocah TK dan PAUD Belajar Haji di Ciamis

Dadang Hermansyah - detikNews
Sabtu, 26 Okt 2019 12:04 WIB
6.000 anak TK dan PAUD mengikuti manasik haji di Ciamis. (Foto: Dadang Hermansyah/detikcom)
6.000 anak TK dan PAUD mengikuti manasik haji di Ciamis. (Foto: Dadang Hermansyah/detikcom)
Ciamis - Sebanyak 6.000 anak Taman Kanak-kanak (TK) dan PAUD dari 300 sekolah mengikuti latihan simulasi pelaksanaan ibadah haji atau manasik haji di halaman parkir Gedung Islamic Center, Kabupaten Ciamis, Sabtu (26/10/2019).

Terlihat ribuan anak-anak ini tampak ceria mengikuti tahapan rukun haji. Sambil memakai baju serba putih layaknya kain ihram mereka mengikuti simulasi haji mulai dari wukuf di Arafah, tawaf mengelilingi Kakbah, melihat makam Nabi Ibrahim, sai, Mabit di Muzdalifah, masuk terowongan mina hingga melempar jumrah.


Kepala Dinas Pendidikan Ciamis Tatang menuturkan, manasik haji perlu dilakukan untuk anak-anak sebagai pemahaman kelak nanti mereka dewasa. "Menjadi bekal iman dalam membangun nilai-nilai agama sejak dini untuk masa depannya," ujarnya.

Melihat Keseruan 6.000 Bocah TK dan PAUD Belajar Haji di CiamisFoto: Dadang Hermansyah
Simulasi pelaksanaan ibadah haji ini telah disesuaikan kemampuan berpikir anak-anak. Paling tidak, kata Tatang, anak-anak dapat mengetahui akan kewajiban melaksanakan ibadah haji.

"Ke depan muncul menumbuhkan keinginan atau niat untuk melaksanakan ibadah haji," kata Tatang.

Melihat Keseruan 6.000 Bocah TK dan PAUD Belajar Haji di CiamisFoto: Dadang Hermansyah
Menurut Tatang, dalam beberapa langkah pelaksanaan ibadah haji terdapat makna yang dapat diambil. Seperti tawaf di Kakbah sebagai wujud penghormatan kepada Allah SWT. Sai atau berlari kecil yang dilakukan istri Nabi Ibrahim saat mencari air di bukit Shafa dan Marwah.


Sedangkan lempar jumrah menggunakan batu ke dinding sebagai cara mengusir setan yang mengajak berprilaku tidak baik.

"Saya mengingatkan kepada semua pihak untuk mencurahkan pikiran dan perhatian penuh bagi perkembangan anak-anak, karena mereka adalah generasi yang akan menggantikan kita di masa depan," ucapnya. (tro/tro)