Polres Indramayu Gagalkan Perdagangan Manusia ke Negara Konflik

Sudirman Wamad - detikNews
Jumat, 25 Okt 2019 13:45 WIB
Polres Indramayu gagalkan perdagangan manusia ke Irak. (Foto: Sudirman Wamad/detikcom)
Indramayu - Polres Indramayu menyelamatkan dua orang korban perdagangan manusia untuk dipekerjakan di kawasan konflik. Dua korban tersebut rencananya diberangkatkan ke Irak sebagai asisten rumah tangga.

Petugas juga meringkus pelaku berinisial DS yang berencana memberangkatkan korban yang merupakan warga Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Kapolres Indramayu AKBP M Yoris Maulana Marzuki mengatakan pelaku DS diamankan saat membawa korban menuju Jakarta. Rencananya korban dibawa ke Batam.

"Setelah di Batam, korban ini rencananya diberangkatkan ke Malaysia. Kemudian di Malaysia dibuatkan visa turis, setelah itu diberangkatkan ke Irak," kata Yoris di Mapolres Indramayu, Jumat (25/10/2019).


Dari hasil pemeriksaan, Yoris mengatakan, pelaku sudah menjalankan bisnis haramnya itu selama empat bulan. Pelaku bekerja sama dengan istri sirinya, AY yang mengaku bekerja sebagai agen tenaga kerja di Irak.

"Pelaku tahu bahwa perbuatannya ilegal. Pelaku ini kerja sama dengan istrinya di Irak. Korban diming-imingi gaji Rp 6 juta per bulan," kata Yoris.


Selain itu, lanjut Yoris, pelaku juga mengiming-imingi korban uang muka sebagai akomodasi awal sebesar Rp 10 juta. Uang muka tersebut sebagai syarat agar korbannya mau diberangkatkan.

"Pelaku ini mengaku mendapatkan keuntungan senilai Rp 8 juta setiap kali memberangkatkan satu korban ke sana. Korban juga tak pernah diberikan pelatihan bahasa dan lainnya, hanya medical check up," kata mantan Kasat Reskrim Polrestabes Bandung itu.

Yoris menambahkan, pelaku mengaku sudah memberangkatkan empat korban ke Irak. "Dua korban hendak diberangkatkan, empat korban sudah di sana (Irak)," katanya.
Selanjutnya
Halaman
1 2