Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menggelar pertemuan yang dibalut dalam acara CEO & Ambassador Breakfast Meeting di Hotel Hilton, Kota Bandung, Kamis (24/10/2019). Sejumlah pelaku bisnis dan perwakilan negara sahabat seperti dari India, Korea Selatan, Polandia, Singapura dan lainnya hadir dalam acara tersebut.
Dalam acara itu, dipaparkan berbagai peluang investasi yang bisa dilakukan di Jabar. Selain itu, para calon investor juga bisa memberi masukan dan menyampaikan tantangan yang dihadapi saat memulai usahanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Emil mengungkapkan, ada beberapa hal yang dibicarakan dalam pertemuan itu. Salah satunya menawarkan peluang pembangunan di bidang infrastruktur dengan nilai investasi sekitar USD 59 juta.
"Sehingga kami harap ada PPP (Private Public Partnership) yang datang," ucapnya.
Dalam kesempatan itu, para pelaku usaha menyampaikan berbagai tantangan yang menjadi penghambat investasi di Jabar. Misalnya saja perwakilan Korea Selatan mengeluhkan tingginya upah di Jabar.
Sementara perwakilan dari Belgia menyampaikan, kemampuan Bahasa Inggris warga Jabar terbilang masih kurang. Kondisi itu menyebabkan persaingan usaha di tingkat global rendah.
"Tapi memang (investasinya) enggak ada langsung konret. Karena ini adalah forum komunikasi mereka bertanya macem-macem isu sosial," ucapnya.
"Negaranya kalau CEO ada dari Singapura, Jepang, Amerika, Afrika Selatan, Thailand dan ini akan dilakukan (lagi) tahun depan," ucapnya.
Dino menyatakan, akan membantu Jabar secara maksimal agar ekonominya bisa semakin berkembang. Dia juga mengaku akan mendampingi Ridwan Kamil ke Jepang untuk hadir dalam konferensi bisnis pada pekan depan.
Dia menilai, Jabar memiliki potensi besar. Saat ini saja sekitar 60 persen industri manufaktur di Indonesia berada di Jabar. Dari segi kompetitif dan produktifitas juga Jabar relatif bagus.
"Bahkan pertumbuhan ekonomi Jabar di atas nasional. Kalau tantangannya UMR, birokrasi respon, jadi pemerintah daerah tidak terlalu birokratis," ucapnya.
Selain itu, menurutnya, selama ini para investor sering dijadikan sapi perah oleh pemerintah daerah. Padahal harusnya para investor itu dijadikan sebagai mitra pemerintah yang harus dijaga.
"Bagi pemerintah daerah kunci sukses bagi investor itu mereka harus membuat investor untung dulu. Mereka bayar pajak, banyak yang kerja dan dia jadi agen promosi untuk kita," ujarnya.
Halaman 2 dari 2











































