detikNews
Rabu 23 Oktober 2019, 13:51 WIB

Bandung Sangat Panas Disertai Angin Kencang, Ini Penjelasan BMKG

Reta Amaliyah Shafitri - detikNews
Bandung Sangat Panas Disertai Angin Kencang, Ini Penjelasan BMKG Suhu maksimum harian Indonesia. (Foto: Dok. BMKG)
Bandung - Dalam dua hari terakhir udara di Kota Bandung terasa panas menyengat dan sangat tidak nyaman. Tercatat, data suhu maksimum pada Senin lalu mencapai 34 derajat celsius dengan kelembaban udara 26 persen (sangat kering). Tak hanya di Bandung, suhu udara panas juga dirasakan di Bogor hingga 36 derajat celsius.

Menurut Staf Data dan Analisis BMKG Kota Bandung Maulana Mustaqim, udara panas disebabkan oleh posisi matahari yang baru saja bergulir ke selatan. Ditambah, peluang hujan masih rendah karena aliran massa udara dari timur cukup kuat sehingga mempersulit pertumbuhan awan hujan.

"Pada saat cuaca cerah dan pertumbuhan awan berkurang, tingkat radiasi matahari yang masuk ke permukaan bumi juga akan meningkat dalam semua panjang gelombang," ucap Maulana saat dihubungi detikcom, Rabu (23/10/2019).


Selain cuaca panas, beberapa daerah di Kota Bandung juga dilanda angin kencang. Hal tersebut diakibatkan adanya perbedaan tekanan di belahan bumi utara dan selatan yang mengakibatkan terbentuknya lintasan arus kecepatan angin dalam jalur sempit di atmosfer (jet stream).

"Berdasarkan pola sebaran angin, terpantau lintasan jet stream yang memanjang dari Laut Arafura sebelah selatan Jawa hingga Laut Papua. Kondisi ini menyebabkan peningkatan rata-rata kecepatan angin maksimum harian di sebagian Jawa Barat," ucap Maulana.

Bandung Sangat Panas Disertai Angin Kencang, Ini Penjelasan BMKGFoto: Reta Amaliyah Shafitri
Maulana menambahkan, sejumlah wilayah di Jawa Barat akan memasuki masa peralihan dari musim kemarau ke musim hujan. Sehingga berpotensi terjadinya cuaca ekstrem di antaranya angin kencang.

Diperkirakan, dalam satu hari ke depan suhu udara panas akan kembali normal. Tetapi, gangguan angin akan tetap terjadi karena peralihan musim. Maulana mengimbau agar masyarakat waspada karena pancaroba berpotensi mengakibatkan angin puting beliung, khususnya di daerah yang mengalami perubahan tekanan dan suhu secara drastis.


Suhu panas mengakibatkan adanya radiasi Ultraviolet Alfa dan Beta (UV-A dan UV-B) yang berbahaya bagi kesehatan. Maulana menyarankan bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan agar menggunakan tabir surya untuk memperkecil dampak terpapar radiasi UV-A dan UV-B.

"Kondisi ini menyebabkan bibir pecah-pecah, tenggorokan kering dan dehidrasi. Disarankan bagi masyarakat agar banyak mengonsumsi cairan yang cukup supaya terhindar dari dehidrasi. Selain itu, menjaga asupan makanan sehat serta buah-buahan," ujar Maulana.





Video saat Diterjang Angin Berdebu, Bangunan Warga di Desa Sumberbrantas Rusak!:

[Gambas:Video 20detik]




(tro/tro)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com