detikNews
Rabu 23 Oktober 2019, 10:21 WIB

Listrik di Sebagian Wilayah Pangalengan Masih Padam, PLN Kebut Perbaikan

Wisma Putra - detikNews
Listrik di Sebagian Wilayah Pangalengan Masih Padam, PLN Kebut Perbaikan Foto: Wisma Putra
Kabupaten Bandung - Aliran listrik di Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat sebagian masih padam akibat bencana angin kencang Minggu malam (20/10/2019).

Hingga, Rabu (23/10/2019), petugas dari PLN Kabupaten Bandung dan Jawa Barat masih melakukan perbaikan tiang listrik yang ambruk, patah dan miring.

"Lima gardu sudah menyala, tinggal dua gardu lagi lokasinya ada di Cibolang (Desa Banjarsari)," kata Kepala Unit Layanan Pelanggan (ULP) Banjaran Joko Puryanto via sambungan telepon.

Ia mengungkapkan yang mengalami kerusakan itu pada tiang atau penopang gardu itu sendiri. Jadi saat ini pihaknya sedang memperbaiki tiang tersebut. Menurutnya, petugas di lapangan menemukan kendala karena tiang rusak itu ada di tengah kebun teh, selain itu proses perbaikan juga dilakukan dengan cara manual.

"Posisinya ada di tengah kebun teh, yang rusak hanya tiangnya saja itu menyulitkan kami," ungkapnya.

Ia mengatakan sedikitnya ada 16 unit tiang listrik yang patah dan 9 unit tiang yang ambruk atau miring akibat sapuan angin kencang tersebut.

"Jadi totalnya ada 25 tiang yang terdampak dan itu posisinya ada di tengah kebun teh semua, sehingga untuk mobilisasi tiang, kami cukup susah dan harus manual," ujarnya.

Ia menjelaskan di hari pertama pasca kejadian pihaknya juga menemukan kesulitan karena akses jalan masuk ke titik-titik kerusakan tiang tertutup pohon tumbang yang roboh ke jalan.

"Jadi kami belum bisa fokus di jaringan SUTM (Saluran Udara Tegangan Menengah)
milik PLN dan di hari kedua alhamdulillah kami baru bisa fokus perbaikan jaringan. Hari ini perbaikan terus dilakukan," jelasnya.

"Proses perbaikan masih berlangsung dan beberapa gardu alhamdulillah sudah bertahap dinormalkan. Penggantian tiang lama yang sudah patah kami ganti dan tiang yang roboh atau miring bisa kami berdirikan kembali," tambahnya.

Joko mengatakan total personel yang diturunkan dalam upaya perbaikan instalasi listrik ini mencapai 130 personel untuk pelaksana dan pengawas sejumlah 15 orang. Namun, pihaknya belum dapat menghitung jumlah kerugian yang dialami PLN akibat kejadian ini.

"PLN masih fokus terhadap perbaikan aliran listrik agar masyarakat terdampak bencana bisa kembali merasakan manfaat listrik. Kami menyampaikan mohon maaf dari PLN. Kami belum bisa memberikan pelayanan yang tebaik. Kami masih berusaha memperbaiki dampak dari musibah ini agar listrik segera pulih kembali. Dan kepada warga masyarakat sekitar dimohon untuk bersabar," ujarnya.
(ern/ern)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com