detikNews
Senin 21 Oktober 2019, 16:03 WIB

Dinkes Investigasi Balita di Garut yang Meninggal Beberapa Hari Usai Divaksin

Hakim Ghani - detikNews
Dinkes Investigasi Balita di Garut yang Meninggal Beberapa Hari Usai Divaksin Foto: Hakim Ghani
Garut - Seorang balita di Kabupaten Garut meninggal dunia beberapa hari setelah diimunisasi Measless Rubella (MR). Dinas kesehatan turun tangan menginvestigasinya.

Bayi bernama Ayudia (2) warga Kecamatan Tarogong Kidul itu meninggal pada Minggu (20/10). Ibu Ayudia, Sugiatmi (37) menduga anaknya meninggal karena dampak dari imunisasi.

"Saya enggak menyalahkan imunisasi, hanya saja ingin tahu penyebabnya kenapa. Saat anak meninggal juga saya tidak kepikiran karena imunisasi," ujar Sugiatmi kepada wartawan di rumahnya, Jagaraga, Tarogong Kidul, Senin (21/10/2019).

Sugiatmi menjelaskan anaknya mendapat imunisasi MR pada Selasa (15/10) lalu. Tidak ada tanda-tanda mencurigakan setelah imunisasi dilakukan. Namun kondisi anaknya drop pada Jumat (18/10).

"Hari Jumat dan Sabtu itu seperti yang ngantuk terus, lemas. Padahal biasanya ceria," katanya.

Bayi Ayudia meninggal di sebuah klinik di Tarogong Kidul, Minggu. Sebelum meninggal, Ayudia sempat mendapat penanganan medis. Bayi Ayudia mengalami kejang-kejang sebelum meninggal.

Sugiatmi menyebut, terdapat memar di kaki dan leher Ayudia. "Suhu badan sempat turun. Sempat sulit nafas juga padahal pakai oksigen," kata Sugiatmi.

Menanggapi hal tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Garut turun tangan. Ada tim dari Dinkes yang dikerahkan untuk menginvestigasi.

"Nanti ada Pokja komisi penanggulangan pascaimunisasi. Nanti Pokja itu yang akan menginvestigasi," ujar Kasi Surveilans dan Imunisasi Dinkes Garut Asep Surahman kepada wartawan di lokasi yang sama.

Dinkes sendiri belum bisa menyimpulkan penyebab kematian Bayi Ayudia. Dinkes saat ini tengah mengumpulkan data dan melakukan investigasi.
(ern/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com