detikNews
Kamis 17 Oktober 2019, 16:40 WIB

Mahasiswa Bandung Tuntut Pengusutan Kematian Pedemo dan Konflik Papua

Mukhlis Dinillah - detikNews
Mahasiswa Bandung Tuntut Pengusutan Kematian Pedemo dan Konflik Papua Mahasiswa Bandung demo di depan Gedung Sate. (Foto: Mukhlis Dinillah/detikcom)
Bandung - Ratusan mahasiswa dari berbagai kampus menggelar unjuk rasa di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (17/10/2019). Mereka menuntut sejumlah persoalan kemanusiaan yang terjadi di Indonesia.

Massa melakukan longmarch dari Monumen Perjuangan (Monju) Rakyat Jawa Barat menuju Gedung Sate. Massa sempat beberapa menit membuat lingkaran di lampu merah Surapati sambil menyuarakan aspirasinya. Laju kendaraan yang melintas pun sempat tersendat.


Presiden Mahasiswa Telkom University Yusuf Sugiyarto mengatakan, mahasiswa saat ini menjadi satu-satunya oposisi pemerintah. Peran mahasiswa dalam kontrol pemerintah sangat penting di tengah konstelasi politik tanah air.

"Kalian siap mengawal pemerintah? Jangan lihat jumlah kita, tapi spirit kita sebagai mahasiswa. Hanya tinggal mahasiswa dan rakyat yang menjadi oposisi pemerintah," kata Yusuf dalam orasinya.

Mahasiswa Bandung Tuntut Pengusutan Kematian Pedemo dan Konflik PapuaFoto: Mukhlis Dinillah
Dalam aksi ini pihaknya mengatasnamakan Gerakan Mahasiswa Jabar Menggugat. Ada sejumlah isu kemanusiaan yang ingin disuarakan massa.

"Kita menuntut pemerintah berpihak kepada rakyat. Kedua, kita menuntut pemerintah menolak upaya pembungkaman aspirasi, menghentikan perlakuan represif terhadap rakyat, menuntut pengusutan kematian demonstran dan korban konflik Papua, penyelesaian masalah kedaulatan rakyat," tutur dia.


Menurutnya gelombang aksi unjuk rasa akan terus terjadi dalam lima tahun ke depan. Hal ini sebagai bentuk kontrol terhadap pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

"Ini bukan puncak perjuangan masyarakat. Ini adalah awal perjuangan. Gelombang pergerakan akan terus terjadi lima tahun mendatang," ucap dia.

Mahasiswa Bandung Tuntut Pengusutan Kematian Pedemo dan Konflik PapuaFoto: Mukhlis Dinillah
Disinggung mengenai Undang-undang KPK yang baru, pihaknya berjanji akan mengawal persoalan tersebut. Pihaknya akan mengkaji lebih jauh mengenai UU KPK yang mendapat beragam penolakan tersebut.

"Terhadap KPK kami komit mengawal UU KPK yang baru. Kita akan mencari solusi dan mengkaji secara mendalam," ujar Yusuf.

Berdasarkan pantauan detikcom, massa masih berkumpul menyuarakan aksi di depan Gedung Sate. Mereka membawa sejumlah bendera dan poster.


Simak Video "Jokowi Minta Para Paguyuban Merajut Kedamaian di Tanah Papua"

[Gambas:Video 20detik]


(mud/tro)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com