Dari informasi yang dihimpun detikcom, penggeledahan selesai pada pukul 11.30 WIB. Ketua RT setempat Asmad Nasrudin, ikut menyaksikan penggeledahan di rumah yang diketahui milik mertua DP.
"Setahu saya tidak ada yang dibawa, hanya satu buah unit ponsel. Saat penggeledahan ada orang tua dan istri DP," ujar Asmad saat ditemui detikcom di Tanjungwangi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
DP dikenal tertutup di lingkungan wilayahnya. Asmad jarang melihat DP berinteraksi dengan warga di sekitar. Ia pun tak menyangka jika ada terduga teroris di wilayahnya.
Dari informasi yang diperolehnya, DP merupakan warga Kabupaten Cianjur. Ia menikah dengan warga Tanjungwangi sekitar empat bulan yang lalu dan bekerja di pabrik yang berada di Kota Cimahi.
"Istri DP sempat melaporkan kenapa suaminya enggak pulang-pulang, setelah menanyakan ke mertuanya (orang tua DP), kok ke Cianjur juga enggak ada. Makanya orang tua DP menyusul ke Tanjungwangi, kebetulan di hari yang sama datang polisi (Densus 88)," katanya.
Asmad melihat sejumlah aparat kepolisian bersiaga. Ia melihat satu truk pleton berisi polisi bersenjata lengkap berjaga di sekitar rumah yang juga toko servis elektronik itu.
"Saya hanya melihat satu ponsel saja, enggak ada yang lain," ujar Asmad menegaskan terkait barang yang dibawa dari tempat penggeledahan.
Simak juga video "4 Teroris yang Ditangkap Targetkan Polisi dan Tempat Ibadah" :
(tro/tro)











































