detikNews
Rabu 16 Oktober 2019, 14:50 WIB

Dewan Desak Pemkot Bandung Segera Hadirkan LRT Atasi Kemacetan

Mochamad Solehudin - detikNews
Dewan Desak Pemkot Bandung Segera Hadirkan LRT Atasi Kemacetan Rendiana Awangga, Anggota Komisi C DPRD Bandung/Foto: Mochamad Solehudin
Bandung - DPRD Bandung mendesak Pemkot untuk lebih serius dalam menggarap pembangunan moda transportasi massal, seperti LRT. Dewan melihat tidak ada gebrakan yang disiapkan Pemkot untuk menyelesaikan masalah kemacetan yang semakin mengkhawatirkan.

Anggota Komisi C DPRD Kota Bandung Rendiana Awangga menyatakan saat ini Kota Bandung memerlukan sarana transportasi publik yang memadai. Hal itu menurutnya bisa menjadi solusi untuk mengatasi kemacetan.

Namun sampai saat ini pihaknya tidak melihat adanya konsep atau gebrakan yang disiapkan Pemkot terkait penataan dan pembangunan transportasi publik yang nyaman. Padahal di saat Ridwan Kamil masih menjabat sebagai Wali Kota Bandung sempat disiapkan rencana pembangunan LRT.

"Nah untuk kepemimpinan sekarang ini kita belum mendapatkan informasi apa yang akan dilakukan," katanya, di Gedung DPRD Bandung, Rabu (16/10/2019).

Dia mendorong Pemkot Bandung agar bisa menindaklanjuti rencana pembangunan LRT yang sempat disiapkan. Pihaknya ingin Kota Bandung memiliki sarana transportasi yang baik dan tidak kalah dengan kota lainnya di Indonesia.

"Kita mendorong Pemkot untuk merealisasikan di mana Bandung harus ada transportasi publik seperti LRT," ucapnya.

Menurutnya, Pemkot Bandung harus bisa mengkaji dan menyiapkan skema pembangunan. Jangan sampai dalam merealisasikan proyek tersebut selalu mengandalkan APBD.

"Pemerintah kota harus kreatif mencari pendanaan bisa melalui KPBU (Kerjasama Pemerintah Badan Usaha). Sekarang saja di Medan sedang mengadakan lelang MRT, jadi itu salah satu contoh di kota lain bisa dilakukan. Masa Bandung kalah," ucapnya.

Menurutnya sejauh ini Pemkot Bandung hanya mengandalkan rekayasa lalu lintas dalam mengatasi kemacetan. Padahal untuk menyelesaikan masalah tersebut perlu ada gebrakan besar sehingga masyarakat mau beralih ke transportasi publik.

"(Rekayasa lalin) itu hanyalah solusi parsial tidak menyeluruh. Untuk mengatasi ini kan sebenarnya bagaimana agar masyarakat menggunakan kendaraan umum daripada kendaraan pribadi," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana menyatakan akan segera memanggil jajaran Dinas Perhubungan untuk membahas mengenai berbagai rencana yang akan dilakukan. Dia ingin mendapat penjelasan terlebihdulu.

Namun dia menyadari, pembangunan moda tranportasi masal seperti LRT memang penting. Pihaknya akan berupaya memikirkan agar pembangunan transportasi masal itu bisa dihadirkan di KotaBandung.

"Biaya tidak mungkin semua dari APBD. Kita keliatannya lebih ke masyarakat untuk membangun LRT mungkin KPBU," ujarnya.
(mso/ern)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com