detikNews
Selasa 15 Oktober 2019, 14:50 WIB

Tarif LRT Mencekik, Pemkot Batalkan Lelang Proyek LRT Rp 3,2 T

Mochamad Solehudin - detikNews
Tarif LRT Mencekik, Pemkot Batalkan Lelang Proyek LRT Rp 3,2 T Proyek LRT Metro Kapsul Kota Bandung dilelang ulang. (Tri Ispranoto/detikcom)
Bandung - Pemerintah Kota Bandung akan melakukan terminasi atau pembatalan lelang dengan Singapore Mass Rapid Transit (SMRT) selaku pemenang proyek Light Rail Transit (LRT) koridor pertama. Setelah itu, proyek tersebut akan dilelangkan kembali.

Sebagaimana diketahui, proyek LRT sebagai salah satu upaya Pemkot Bandung dalam mengatasi kemacetan. Proyek ini disiapkan oleh Ridwan Kamil saat masih menjabat Wali Kota Bandung.


Proyek ini sudah dilelangkan dengan pemenang perusahaan asal Singapura, yakni SMRT. Namun setelah proses lelang selesai, proyek dengan nilai investasi sekitar Rp 3,2 triliun itu tak kunjung terealisasi.

Tahun ini, Pemkot Bandung kembali menyiapkan proses lanjutan proyek tersebut. Saat ini Dishub Bandung tengah menyusun proses terminasi atau pembatalan lelang dengan SMRT.

Kepala Bidang Manajemen Transportasi dan Parkir Dishub Kota Bandung Asep Kurnia menjelaskan, terminasi terpaksa dilakukan karena ada hal yang dinilai kurang pas. Salah satunya mengenai tarif yang akan diterapkan kepada masyarakat.

"Kajian itu tarif (ke masyarakat) Rp 6.000. Tapi, karena tidak ada bantuan pemerintah, jadi tarifnya itu sekitar Rp 90 ribu. Nah, ini kan tidak layak, sehingga akan dilakukan terminasi," kata Asep saat ditemui di Balai Kota Bandung, Selasa (15/10/2019).


Dia mengungkapkan, setelah proses terminasi selesai, nantinya proyek LRT Kota Bandung akan dikaji ulang oleh Kementerian Keuangan. Pihaknya juga akan mencoba mengajukan VGF (viability gap fund) atau dana talangan yang diberikan pemerintah pusat untuk pembangunan proyek tersebut.

"Setelah itu akan dilakukan review dan akan dilakukan tender ulang," ucapnya.


Asep mengatakan pihaknya akan segera bertemu untuk menggelar rapat dengan SMRT membahas proses terminasi. Hasil pertemuan itu akan dilaporkan ke Kementerian Keuangan.

"Kemungkinan (tender ulang) tahun depan, karena review feasibility study butuh waktu lama dan butuh dianggarkan di APBN untuk VGF-nya," katanya.




Tonton video Kereta LRT Cawang-Cibubur Sudah Dipasang, Perkiraan Tarifnya Rp 12 Ribu:

[Gambas:Video 20detik]




(mso/tro)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com