detikNews
2019/10/12 15:10:38 WIB

Heboh Sopir Tabrak-Buang Kakek di Bandung Barat, Ini Fakta Polisi

Yudha Maulana - detikNews
Halaman 1 dari 2
Heboh Sopir Tabrak-Buang Kakek di Bandung Barat, Ini Fakta Polisi Mobil dan pelaku tabrak lari di Bandung Barat. (Foto: Tangkapan Layar Medsos)
Bandung Barat - Warganet dihebohkan dengan beredarnya rekaman CCTV di Instagram pascakecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Cipatik, Desa Cipatik, Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Video berdurasi sekitar satu menit itu beredar di Instagram. Video itu memperlihatkan sebuah mobil berwarna putih yang berhenti di tepi jalan. Kemudian tampak sang pengendara berlari ke belakang kendaraanya, lalu melihat bagian depan mobilnya sebelum tancap gas lembali. Terlihat kepanikan karena sang pengendara tancap gas dengan kondisi pintu mobil masih terbuka.


Video yang diunggah oleh pemilik akun @moy_deamor itu menceritakan musibah yang menimpa keluarganya pada Rabu (9/10/2019) dini hari.

"Yaa Allah semoga orang ini cepat menyerahkan diri dan bertanggung jawab atas perbuatannya dengan sangat tega setelah menabrak kakek saya sampai meninggal di tempat seketika dia bkn lgsg membawa ke rmh sakit, memang dibawa sm ORANG BIADAB ini tapi dibawa untuk dibuang di tempat lain pdhl ditabraknya dimana, anda sudah bawa kake saya tapi kenapa malah anda buang di pinggir jalan. astagfirulloh dimana hati dan pikiran anda, salah apa kake saya pada anda, sepanik2nya seharusnya anda bukan berlaku seperti itu." tulis @moy_deyamor di akun instagramnya .

Kemudian, ia meminta agar pelaku menyadari kesalahannya dan meminta maaf kepada keluarga.

"Bantu share yah tolong warga bandung agar cepat ketangkep orang yg ga punya hati ini, cukup anda mengembalikan kake saya pun mungkin masih bs saya maafkan bukan dengan anda bawa masuk ke dlm mobil anda dan dibuang ditempat lain astagfirulloh." tulis akun itu kembali.


Saat dikonfirmasi detikcom, Moy yang enggan nama aslinya disebutkan ini mengatakan, pihak keluarga sempat mencari keberadaan kakek yang diketahui bernama Enang Umar (78) itu.

"Sehari sebelumnya kakek ingin jalan-jalan keluar tapi dilarang. Saat dikira tidur, ternyata kakek sudah enggak ada. Keluarga panik. Kondisi kakek memang agak pikun karena usia," ujar Moy.

Sementara itu Asep Erlan (47), anak Enang Umar sudah menerima kepergian ayahnya yang tewas akibat tabrak lari. Kendati begitu, Asep meminta agar pelaku menyerahkan diri dan meminta maaf kepada pihak keluarga. "Kami sudah ikhlas, tapi kami harap pelaku segera meminta maaf," ujar Asep saat ditemui detikcom di lokasi kejadian.
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com