detikNews
Jumat 11 Oktober 2019, 17:39 WIB

Cerita Warga Bandung yang Selamat dari Kerusuhan Wamena

Mochamad Solehudin - detikNews
Cerita Warga Bandung yang Selamat dari Kerusuhan Wamena Foto: Mochamad Solehudin
Bandung - Santana (47) dan putranya Yuda (22) warga Sukajadi, Kota Bandung, Jawa Barat kini sudah bisa kembali tersenyum lega. Keduanya bersyukur bisa selamat dari kerusuhan yang terjadi di Wamena, Papua pada Senin (23/9/2019) lalu.

Saat ditemui di kediamannya, di Jalan Sukagalih Barat, Gang Gozali, RT 02/05, Kelurahan Cipedes, Kecamatan Sukajadi, Jumat (11/10/2019), Santana dan Yuda mengaku masih trauma. Meski begitu keduanya telah mampu menceritakan pengalaman ngerinya itu.

Santana mengisahkan, saat kerusuhan terjadi, dia yang berprofesi sebagai juru masak itu sedang melakukan persiapan di cafe tempatnya bekerja. Pada Senin (23/9/2019) sekitar pukul 08.30 WIB dia mendengar suara tembakan yang membuatnya takut.

Suasana menurutnya begitu mencekam, suara teriakan dan riuh massa membuatnya waspada. Tanpa diketahui penyebab awalnya, tiba-tiba ada sekolompok orang yang melakukan pembakaran.

"Ada kabar kalau hari itu ada tawuran anak sekolah. Saya lupa lagi sekolah mana yang tawuran, saat tawuran ternyata di pinggiran kota sudah segerombolan orang sudah siap, polisi mengamankan tawuran, mereka (gerombolan orang) melakukan pembakaran," katanya.

Melihat banyaknya bangunan yang terbakar, Santana dan anaknya langsung mencoba menyelamatkan diri. Dia bersama anakanya berlari memanjat benteng tempatnya bekerja.
Cerita Warga Bandung yang Selamat Dari Kerusuhan WamenaFoto: Mochamad Solehudin

Setelah itu, dia bersembunyi di salah satu rumah penduduk lokal bersama beberapa warga pendatang lainnya. Namun suasana masih sangat mencekam.

"Bersembunyi di rumah penduduk asli diselamatkan. Masuk semua di situ ada sekitar 15 orang. Tapi massa masih terdengar dan api juga keliat besar. Penduduk asli juga sudah ikut menyelamatkan diri," ucapnya.

Melihat kondisi yang semakin membahayakan, dia bersama warga lainnya kembali mencoba mencari tempat perlindungan yang lebih aman. Di rumah salah seorang pendatang mereka berkumpul dan berdoa bisa selamat dari kerusuhan yang terjadi.

"Satu-satunya (yang bisa dilakukan) hanya berdoa, kita berkumpul di halaman (salah satu rumah pendatang). Kita menunggu di situ selama 5 jam dan pukul tiga sore ada petugas yang patroli dan evakuasi ke Polres," katanya.

Berbagai kengerian dia lihat selama berada di Polres yang menjadi tempat berlindung. Terlihat begitu banyak korban berjatuhan hingga membuatnya begitu ketakutan.

"Setelah dari Polres saya pindah lagi ke rumah dari pemilik cafe tempat saya bekerja. Kebetulan ngecek ke Polres. Jadi saya pindah ke sana, dan rumahnya sudah minta bantuan untuk dijaga Kopassus," ucapnya.

Kemudian setelah kondisi sedikit aman, dia dan anakanya mengungsi ke bandara sambil menunggu perkembangan. Di bandara dia dan anaknya memutuskan untuk pulang ke Kota Bandung bersama rombongan dari Jawa Barat. Santana dan anaknya Yuda (22) akhirnya berhasil dievakuasi dan tiba di Bandung pada Rabu (9/10/2019) malam.

Sementara itu, Wali Kota Bandung Oded M Danial mengaku telah menyiapkan bantuan untuk warga Bandung yang terkena dampak kerusuhan Wamena Papu. Oded bersama istrinya Siti Muntamah bahkan menyempatkan diri untuk menjenguk warga tersebut.

"Insya Allah saya sudah tugaskan ke Pak Kadinsos untuk fasilitasi beliau biar beliau tenangkan dulu jiwanya, perasaannya," kata Oded, saat ditemui di rumah Yuda.

Dia juga akan mencoba mencarikan peluang usaha untuk Yuda. Karena menurutnya itu penting demi bisa menyambung hidup keluarga ke depannya. Apalagi Yuda memiliki keahlian memasak.

"Insya Allah, kita pikirkan. Toh beliau juga punya keahlian (memasak)," ujarnya.
(mso/err)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com