detikNews
Kamis 10 Oktober 2019, 13:48 WIB

Ibu-Ibu Bandung Aksi Damai untuk Mahasiswa Korban Kekerasan Aparat

Mochamad Solehudin - detikNews
Ibu-Ibu Bandung Aksi Damai untuk Mahasiswa Korban Kekerasan Aparat Ibu-ibu menggelar aksi damai di Taman Vanda Bandung. (Foto: Mochamad Solehudin/detikcom)
Bandung - Sejumlah perempuan dewasa menggelar aksi damai di Taman Vanda, Kota Bandung. Aksi itu dilakukan sebagai bentuk solidaritas terhadap para mahasiswa dan pelajar yang menjadi korban kekerasan aparat saat demonstrasi menolak UU KPK yang baru dan RUU KUHP di Kota Bandung dan daerah lainnya di Indonesia.

Puluhan ibu-ibu itu datang ke Taman Vanda sambil membawa berbagai macam poster berisi sejumlah kecaman atas tindakan kekerasan yang dilakukan aparat kepolisian. Terik yang menyengat, tidak menyurutkan semangat para ibu-ibu untuk menyuarakan berbagai tuntutannya.

Vini, salah seorang peserta aksi menuturkan, aksi yang dilakukan ibu-ibu ini sebagai bentuk solidaritas kepada mahasiswa yang menjadi korban kekerasan aparat. Menurutnya ibu-ibu di Kota Bandung merasa terpanggil untuk ikut turun dan memberi semangat para mahasiswa dan pelajar untuk terus menyuarakan kebenaran.

"Aksi ini diinisiasi ibu-ibu, tidak ada penokohan. Ini sebagai bentuk keresahan dengan kondisi saat ini. Merasa tidak terima anak-anak kita, kawan-kawan kita yang waktu aksi tanggal 23,24 dan 30 September mendapat perlakuan tidak manusiawi (dari aparat)," kata Vini, saat ditemui di sela aksi, Kamis (10/10/2019).

Ibu-Ibu Bandung Aksi Damai untuk Mahasiswa Korban Kekerasan AparatIbu-ibu menggelar aksi damai di Taman Vanda Bandung. (Foto: Mochamad Solehudin/detikcom)
Menurut dia, aksi ini sebagai bentuk dukungan atas aksi yang dilakukan mahasiswa dan pelajar. "Suara perempuan Bandung, yang terdiri seluruh elemen rakyat mendukung penuh demonstrasi beserta tuntutannya yang dilakukan mahasiswa, buruh, perempuan serta semua rakyat pada 23,24 dan 30 September 2019," tutur Vini.

Dalam kesempatan itu, pihaknya menyampaikan beberapa tuntutan. Mereka meminta pernyataan tertulis dari Kapolrestabes Bandung untuk tidak lagi melakukan kekerasan dalam bentuk apapun terhadap pihak yang menyampaikan pendapat.

"Karena menyampaikan pendapat itu dilindungi dalam UU 1945 dan UU Nomor 9/1998," katanya.

Pihaknya juga meminta pihak sekolah dan kepolisian untuk mengembalikan hak menyampaikan pendapat para pelajar. "Bentuk tim independen untuk menginvestigasi dan mengadili aparat pelaku kekerasan," ujar Vini.
(mso/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com