Bus Sekolah Nganggur Bakal Dijadikan Jemputan ASN Pemkot Bandung

Bus Sekolah Nganggur Bakal Dijadikan Jemputan ASN Pemkot Bandung

Mochamad Solehudin - detikNews
Rabu, 09 Okt 2019 17:05 WIB
ASN Pemkot Bandung (Tri Ispranoto/detikcom)
ASN Pemkot Bandung (Tri Ispranoto/detikcom)
Bandung - Pemerintah Kota Bandung kembali menggulirkan rencana sebagai upaya mengatasi kemacetan. Upayanya kini menyiapkan angkutan khusus untuk mengangkut para aparatur sipil negara (ASN) atau PNS ke kantor masing-masing.

Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana menuturkan langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mengurangi beban jalan di Kota Bandung yang sudah semakin padat, sehingga perlu ada dorongan agar masyarakat mau beralih dari kendaraan pribadi ke kendaraan umum.

"Misalkan seminggu sekali ASN dilarang pakai kendaraan pribadi ke kantor," kata Yana di Balai Kota Bandung, Rabu (9/10/2019).


Untuk memfasilitasi para ASN yang pergi ke kantor, pihaknya akan menyiapkan shuttle bus. Rencananya sejumlah bus sekolah yang kini tidak beroperasi akan dimanfaatkan sebagai angkutan ASN.

"Ada bus sekolah yang idle (tidak dioperasikan). Apalagi ada zonasi. Kalau tidak salah ada 52 bus, yang jalan 14 bus. Daripada (bus) idle, kami kaji untuk dijadikan shuttle bus," ucapnya.

Yana mengatakan akan meminta Dishub Bandung mengkaji rencana tersebut, terutama memetakan rumah tinggal para ASN sehingga jalur bus atau shuttle bus yang disiapkan bisa tepat sasaran dan mudah diakses.

"Kami pikirkan, perlu mapping. Daerah mana yang ASN banyak atau titik mana yang perlu disiapkan shuttle. Ini perlu dikaji," ujarnya.


Kepala UPT Pengelolaan Angkutan Dishub Kota Bandung Yudhiana menambahkan, selain disiapkan sebagai shuttle bus untuk ASN, bus sekolah akan dimaksimalkan untuk beberapa program lainnya. Misalnya saja sebagai shuttle bus wisata hingga angkutan menuju BIJB.

"Kami juga ada rencananya mau shuttle untuk mahasiswa. Selama ini kita lihat mahasiswa ITB, Unpad, Unisba banyak kendaraan parkir di pinggir jalan," katanya.

Mengenai shuttle ASN, menurutnya, hal itu sempat jadi wacana di kalangan internal Dishub. Kepala Dinas Perhubungan Ricky Gustiadi sempat akan menjadikan bus yang tidak difungsikan menjadi angkutan untuk para pegawai Dishub.

"Pak Kadis juga rencananya akan diawali oleh Dishub dulu. Misalnya jarak dekat dulu," ucapnya.


Namun, apabila Pemkot Bandung akan menerapkan rencana itu secara luas, pihaknya perlu melakukan kajian lebih lanjut. Karena perlu melakukan pemetaan terkait jalur bus yang pas agar bisa berjalan maksimal.

"Nanti kami kaji, titik awalnya di mana. Yang jelas, sudah terpetakan daerah mana saja yang harus disiapkan (shuttle untuk ASN)," ujarnya.


Simak juga video "Duh! Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Ganggu Aktivitas Sekolah" :

[Gambas:Video 20detik]

(mso/tro)