detikNews
Rabu 09 Oktober 2019, 16:56 WIB

Tanah Bergerak, 2 Rumah di Cibadak Sukabumi Nyaris Terbelah

Syahdan Alamsyah - detikNews
Tanah Bergerak, 2 Rumah di Cibadak Sukabumi Nyaris Terbelah Kondisi dua rumah warga yang nyaris terbelah di Sukabumi. (Syahdan Alamsyah/detikcom)
Sukabumi - Dua rumah warga di Kampung Benda RT 05 RW 06, Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, rusak setelah tanah di perkampungan mereka tiba-tiba retak pada Rabu (9/10/2019).

Retakan tanah terus merembet membuat lantai keramik dan dinding rumah warga seperti terbelah. Sebelumnya, warga mendengar bunyi retakan disertai getaran kecil yang terus merembet hingga ke rumah mereka.

"Ada suara kretek-kretek, lalu genting juga berjatuhan. Retakan terus merembet ke dinding, lantai keramik di ruang tengah juga seperti terbelah," kata Maman Sulaeman (70), warga setempat, kepada detikcom.


Maman kemudian membawa keluarganya menyelamatkan diri. Setelah berada di luar rumah, ia melihat rumah tetangganya juga mengalami kejadian serupa. Pengamatan detikcom, retakan di perkampungan warga itu memiliki panjang bentangan kurang-lebih 50 meter.

Menurut Maman, retakan tanah sebenarnya terjadi dalam sepekan terakhir. Awalnya warga berinisiatif menutup retakan tersebut dengan harapan panjang retakan tidak bertambah. "Sudah ditambal bahkan sampai 3 meter ke dalam retakan, eh kejadian lagi hari ini. Retakannya membesar dan memanjang," katanya.

Tanah Bergerak, 2 Rumah di Cibadak Sukabumi Nyaris TerbelahFoto: Syahdan Alamsyah
Hal senada diungkap Apoy Juhaeji (55). Ibu rumah tangga itu mengaku sempat panik saat retakan tanah tiba-tiba bergerak ke dalam rumahnya. Saat itu ia dan suaminya sedang berada di dalam rumah.

"Tembok ruang tengah langsung retak besar dan atap bergeser, ruang tengah amblas ke bawah. Karena takut tertimpa reruntuhan, saya dan suami langsung berlari ke luar," ucapnya.

Saat ini Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi berserta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi meninjau lokasi yang terdampak pergerakan tanah.

"Kami sudah mendapat laporan dari kecamatan tentang kejadian ini seminggu lalu. Saat ini kami mendatangkan pihak BMKG Bandung untuk meneliti lebih lanjut penyebab retakan apakah karena pergerakan tanah atau hal lain," ucap Nanang, Kasi Pencegahan BPBD Kabupaten Sukabumi.


Nanang menjelaskan, akibat kejadian itu, dua rumah warga rusak. "Dua keluarga berisi 11 jiwa terpaksa kita minta mengungsi sementara. Kami juga berikan imbauan agar warga meningkatkan kewaspadaan ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi, terutama yang dua rumah ini," ucapnya.


Simak juga video "BPBD Padamkan Rekahan Tanah Berapi di Ponorogo" :

[Gambas:Video 20detik]


(sya/tro)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com