Besok, Empat Warga Kota Bandung Dievakuasi dari Wamena Papua

Besok, Empat Warga Kota Bandung Dievakuasi dari Wamena Papua

Mochamad Solehudin - detikNews
Selasa, 08 Okt 2019 17:19 WIB
Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana (Mochamad Solehudin/detikcom)
Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana (Mochamad Solehudin/detikcom)
Bandung - Empat warga Kota Bandung yang tinggal di Wamena, Papua, minta dievakuasi. Rencananya mereka akan dievakuasi bersama puluhan warga Jawa Barat lainnya, Rabu (9/10/2019) besok.

Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana telah menerima kabar tersebut. Rencananya, empat warga Bandung itu akan diberangkatkan dari Papua pada Rabu (8/10/2019) dengan menggunakan pesawat Hercules.


Setiba di Jabar, empat warga tersebut akan ditemui oleh Gubernur Jabar Ridwan Kamil. Setelah itu, warga yang dipulangkan akan diserahkan ke masing-masing pemerintah daerah.

"Mudah-mudahan hari Kamis Pemkot bisa ketemu dengan empat warga itu," kata Yana di Balai Kota Bandung, Selasa (8/9/2019).

Dia mengungkapkan sejauh ini baru empat warga yang minta dievakuasi dari Wamena. Pihaknya belum mendapat informasi pasti mengenai berapa jumlah warga Kota Bandung di sana.

"Akan kami koordinasikan dengan Pemprov Jabar," ujarnya.


Pihaknya juga mengaku siap mengirimkan bantuan apabila diperlukan. Namun, untuk sementara, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Pemprov Jabar mengenai informasi kondisi semua warga Jabar termasuk Kota Bandung di Wamena.

"Pemkot siap memberikan bantuan karena itu warga kami," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah melakukan upaya evakuasi terhadap warga Jabar yang berada di Wamena, Papua. Saat ini telah ada kurang-lebih 50 warga yang siap dipulangkan.

"Ada sekitar 50 yang kami evakuasi sesuai permintaan koordinator di sana," ucap Gubernur Jabar Ridwan Kamil di gedung DPRD Jabar, Kota Bandung, Kamis (3/10/2019).


Menurutnya, ada ratusan warga Jabar yang tinggal di Wamena. Hanya, baru 50 orang yang minta dipulangkan. Puluhan warga itu sebagian besar adalah perempuan dan anak kecil.

"Mudah-mudahan bisa berangkat hari ini. Sebanyak 50 warga yang meminta emergency yang ingin pulang adalah ibu-ibu dan anak-anak," katanya. (mso/tro)