detikNews
Selasa 08 Oktober 2019, 11:20 WIB

Kelompok Aceh Selundupkan Sabu Kemasan Teh di Atap Minibus

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Kelompok Aceh Selundupkan Sabu Kemasan Teh di Atap Minibus Polda Jabar dan BNN menggagalkan peredaran sabu. (Dony Indra Ramadhan/detikcom)
Bandung - Polda Jabar beserta Badan Narkotika Nasional (BNN) meringkus empat orang kurir narkotik jenis sabu. Aparat menyita barang bukti sabu seberat 17 kilogram yang hendak diedarkan pelaku di Jabar.

Keempatnya adalah AP, AS, dan DS, yang ditangkap Polda Jabar, serta WAS, hasil tangkapan dari petugas BNN. AP, AS, dan DS ditangkap jajaran Subdit I Ditresnarkoba Polda Jabar yang dipimpin oleh Kasubdit AKBP Herry Afandi di Perumahan BTN Pasirgede Raya, Kabupaten Cianjur, pada Sabtu 28 September 2019.

"Dari hasil penangkapan oleh Polda Jabar, kami berhasil sita 13 kilogram narkotik jenis sabu," ucap Kapolda Jabar Irjen Rudy Sufahriadi di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Selasa (8/10/2019).

Rudy menuturkan narkotik tersebut didapatkan pelaku dari seseorang berinisial A. Polisi telah memasukkan A dalam daftar pencarian orang (DPO).

"A ini DPO. Dia dari Aceh. Jadi kelompok yang tiga orang ini kelompok asal Aceh," kata Rudy.

Kelompok Aceh Selundupkan Sabu Kemasan Teh di Atap Minibus Pelaku menyembunyikan sabu di atap minibus. (Dony Indra Ramadhan/detikcom)
Menurut Rudy, sabu itu dikirimkan dari Aceh melalui jalur darat. Sabu dikemas dalam bungkus teh asal China yang kemudian diselundupkan melalui minibus.

"Mobil minibus itu lalu dimodifikasi. Bagian atapnya dirombak, dikasih ruang untuk menyimpan narkotik itu," ucap Rudy.

Peredaran sabu ini terlacak aparat. Petugas lantas melakukan pengintaian dan menangkap ketiga pelaku.

Selain 13 kilogram sabu-sabu yang ditangkap Polda Jabar, ada 4 kilogram sabu-sabu dari satu orang kurir yang ditangkap oleh BNN Jabar. Pelaku WAS ditangkap di pintu keluar tol Ciawi, Bogor, pada 29 September 2019.

"Dari tangan pelaku, kami mengamankan empat bungkus berisi sabu-sabu. Beratnya mencapai 4 kilogram. Selain sabu-sabu, kami menyita 5.000 butir pil ekstasi," kata Kepala BNN Jabar Brigjen Sufyan Syarif.

WAS ditangkap saat hendak menuju ke Jabar. Dari wilayah Sumatera, WAS menumpang angkutan umum bus sambil membawa barang terlarang itu.

"Barang itu disimpan di dalam tas ransel. Begitu kami geledah, kami temukan barang itu," tuturnya.
(dir/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com