detikNews
Jumat 04 Oktober 2019, 14:52 WIB

Pemkot Akan Beri Tanda Khusus Bangunan Cagar Budaya di Bandung

Mochamad Solehudin - detikNews
Pemkot Akan Beri Tanda Khusus Bangunan Cagar Budaya di Bandung Salah satu cagar budaya di Kota Bandung yang dihancurkan oleh pemiliknya. (Foto: Tri Ispranoto/detikcom)
Bandung - Pemerintah Kota Bandung akan memberi tanda khusus untuk semua bangunan cagar budaya yang ada. Hal itu dilakukan demi menjaga kelestarian bangunan yang memiliki nilai sejarah di kota berjuluk Paris Van Java.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung Kenny Dewi Kaniasari menuturkan, saat ini di Kota Bandung terdapat sekitar 1.700 bangunan cagar budaya. Rencananya semua bangunan itu akan diberi tanda berupa stiker khusus.

"Minimal (kita tandai menggunakan) stiker dulu untuk 1.700 bangunan cagar budaya tipe A, B dan C," kata Kenny saat dihubungi, Jumat (4/10/2019).


Menurutnya penandaan ini penting demi menjaga kelestarian bangunan cagar budaya. Pasalnya sejauh ini ada beberapa kasus yang menyebabkan rusaknya bangunan cagar budaya akibat ketidaktahuan pemilik atau pengelola.

Salah satu contohnya adalah rumah kembar karya Presiden Soekarno yang terletak di persimpangan Jalan Gatot Subroto dan Jalan Malabar. Rumah itu dibongkar oleh pemiliknya padahal termasuk bangunan cagar budaya.

Kondisi itu membuat Ridwan Kamil yang kala itu masih menjabat sebagai Wali Kota Bandung marah besar. Dia bahkan sempat meninjau langsung kondisi bangunan tersebut.

"Nah (kita akan beri tanda) mungkin akan lebih diperhatikan lagi oleh pemilik atau pengelola bangunan cagar budaya. (Pemilik atau pengelola) ada rasa ingin tau juga (soal sejarah bangunannya)," ucapnya.


Dia juga berharap masyarakat ikut berperan aktif untuk melaporkan atau merawat setiap bangunan cagar budaya yang ada. Jangan sampai bangunan cagar budaya diubah bentuk dan fungsinya tanpa melalui prosedur yang benar.

"Masyarakat diharapkan ikut berperan aktif juga (menjaga bangunan cagar budaya)," ucapnya.

Disinggung mengenai eksekusi penempelan stiker, Kenny mengaku, saat ini masih dalam proses pembahasan dengan pihak-pihak terkait. Tapi rencananya akan ada tiga tipe stiker yang dibuat.

"Itu untuk membedakan bangunan cagar budaya tipe A, B dan C," ujarnya.


Dalam kesempatan ini, dia juga mengajak pihak lainnya untuk berpartisipasi dalam pembuatan tanda khusus ini. Karena ke depan tanda khusus yang dibuat bukan berupa stiker tapi plakat yang dipasang.

"Nanti bukan stiker tapi plakat. Semoga kita bisa kolaborasi dengan pihak lain. Karena kalau mengandalkan APBD susah," ujarnya.
(mso/tro)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com