BNN Ajak Kades Tutup 'Lubang Tikus' Jalur Narkoba

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Rabu, 02 Okt 2019 13:31 WIB
Ilustrasi (Foto: dok. iStock)
Bandung - Badan Narkotika Nasional (BNN) menggandeng kepala-kepala desa untuk mencegah peredaran narkoba masuk Jawa Barat. Sebab, para bandar hingga pengedar memanfaatkan 'lubang' atau 'jalur tikus' untuk mendistribusikan narkoba ke Jabar.

Kepala BNN Komjen Heru Winarko mengatakan peredaran narkotik di Jabar saat ini terbilang tinggi. Jumlah orang menyalahgunakan narkotik di Jabar saat ini mencapai 600 ribu orang.

"Dengan data jumlah penduduk Indonesia 3,6 juta, jumlah 600 ribu itu sangat tinggi. Paling tinggi itu jenis ganja dan sabu-sabu," kata Heru setelah memberi kuliah umum di kampus Institut Teknologi Bandung (ITB), Jalan Ganeca, Kota Bandung, Rabu (2/10/2019).


Ia menjelaskan tingginya angka prevalensi penyalahgunaan narkotik di Jabar ini lantaran jumlah permintaan yang cukup banyak. Apalagi ditambah jalur-jalur masuknya barang haram itu ke Jabar cenderung mudah. Barang dapat terdistribusi baik melalui jalur darat dan laut.

Untuk jalur laut, kata Heru, berdasarkan data se-Indonesia, mencapai 80 persen, sehingga jalur laut menjadi jalur favorit masuknya narkoba ke Indonesia.

"Kita perkuat pemantauan di perairan. Tapi mereka bisa masuk lewat lubang tikus. Nah, lubang tikus ini kita perkuat dengan kepala desa. Seperti di Garut dan Indramayu saya minta aktif kepala desanya untuk mencegah," tutur Heru. (dir/bbn)