Tabung Kaporit Perumdam Tirta Mukti Bocor, 17 Warga Cianjur Keracunan

ADVERTISEMENT

Tabung Kaporit Perumdam Tirta Mukti Bocor, 17 Warga Cianjur Keracunan

Syahdan Alamsyah - detikNews
Selasa, 01 Okt 2019 11:02 WIB
Foto: Istimewa
Cianjur - Belasan warga di Kampung Ciajag III, Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku, kabupaten Cianjur, Jawa Barat keracunan setelah menghirup gas kaporit, Senin (30/9/2019) malam tadi.

Informasi yang diperoleh detikcom, sekitar pukul 22.30 WIB warga sempat mengungsi hingga sejauh 600 meter dari perkampungan mereka karena bau kaporit yang menyengat. Gas kaporit itu berasal dari tabung yang bocor milik Perumdam Tirta Mukti yang lokasinya tak jauh dari pemukiman warga.

Suhendi (24) salah seorang warga mengatakan, bau kaporit tersebut sudah tercium sejak pukul 20.00 WIB namun tidak terlalu menyengat. Namun pada pukul 21.00 Wib terdengar suara ledakan disusul bau kaporit yang menyengat.

"Kebetulan rumah saya hanya berjarak 20 meter dari lokasi bak penampungan. Baunya tercium sangat menyengat, adik saya yang masih kecilpun sampai sesak dan pusing setelah mencium bau kaporit itu," ujarnya.

Setelah dampak bau semakin meluas, Suhendi bersama ratusan warga lainnya kemudian mengungsi ke halaman gedung sekolah dan pelataran parkir minimarket yang berjarak sekitar 600 meter dari lokasi bak penampungan.

"Tadi ada banyak yang dibawa ke rumah sakit pakai ambulans desa dan mobil pribadi, sekitar 10 orang. Soalnya sempat ada yang pingsan juga. Karena memang baunya menyengat. Saya juga sedikit mual dan pusing," tambah Cecep Mulyadi warga lainnya.

Berdasarkan pantauan di lokasi malam tadi, petugas Perumdam saat ini masih melakukan upaya untuk menekan dampak dari tabung yang bocor. Untuk bau gas sendiri, radiusnya sudah mulai berkurang hingga hanya sekitar 100 meter dari lokasi bak penampungan.

Kapolsek Cilaku Kompol Lubis mengatakan, pihaknya mencatat belasan korban yang mengalami dampak terparah dibawa ke rumah sakit dan klinik terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

"Begitu kejadian sudah dicek dan didata, sebanyak 11 korban dibawa ke RSUD Sayang Cianjur dan 6 lainnya dibawa ke klinik," kata dia kepada wartawan, Selasa (1/10/2019).

Menurutnya, setelah melakukan pendataan, kepolisian akan meminta keterangan pada para saksi dan korban. Rencananya pihak Perumdam pun bakal diperiksa terkait adanya kebocoran tabung klorin atau kaporit.

"Kami masih dalami penyebab pasti terjadinya kebocoran tabung tersebut. Untuk saat ini kami fokus untuk penanganan para korban," tuturnya.

Sementara itu, Direktur Utama Perumdam Tirta Mukti Budi Karyawan, mengatakan, pihaknya akan bertanggungjawab dan menanggung semua biaya pengobatan para korban yang terdampak gas klorin yang bocor.

Dia menambahkan, korban berangsur membaik dan sebagian sudah diperbolehkan pulang ke rumahnya masing-masing.

"Kami tanggung biaya pengobatannya, termasuk akan bertanggungjawab untuk dampak lainnya. Untuk laporan saat ini, informasinya sebagian besar warga yang dirawat sudah pulang," tuturnya. (sya/ern)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT