Dua Bulan Erupsi, Aktivitas Vulkanik Gunung Tangkuban Perahu Menurun

Yudha Maulana - detikNews
Kamis, 26 Sep 2019 18:48 WIB
Kawah Tangkuban Perahu. (Foto: Yudha Maulana/detikcom)
Bandung Barat - Gunung Tangkuban Perahu di perbatasan Kabupaten Bandung Barat dan Subang masih berstatus waspada sejak erupsi pada dua bulan yang lalu atau tepatnya 26 Juli 2019.

Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Hendra Gunawan mengatakan, saat ini erupsi menerus (microtremor) masih kerap terjadi.

"Memang masih ada tremor, tapi ada kecenderungan menurun kolom abu dari pusat kawah," ujar Hendra saat dihubungi detikcom, Kamis (26/9/2019).


Dari kamera pengamatan Gunung Tangkuban Perahu, asap kawah teramati berwarna putih intensitas tebal dengan tinggi sekitar 20-120 meter dari dasar kawah.

"Masyarakat di sekitar Gunung Tangkuban Perahu direkomendasikan agar tidak mendekati kawah dalam radius 1,5 km dari kawah aktif," katanya.

Pemangku Adat Tangkuban Perahu Budi Raharja mengatakan letusan freatik yang terus terjadi di Gunung Tangkuban Perahu tak bisa dibendung.

"Peristiwa erupsi merupakan peristiwa kehendak sang pemilik alam semesta, pencipta alam, yakni Tuhan Yang Maha Esa," ujar Budi di Lembang, Kamis (26/9/2019).


Bagi masyarakat adat Sunda, ujar Budi, gunung yang lekat dengan legenda Sangkuriang dan Dayang Sumbi ini disakralkan. Gunung ini menjadi pusat kabuyutan.




Simak juga video PVMBG: Status Gunung Tangkuban Perahu Masih Tinggi:

[Gambas:Video 20detik]

(tro/tro)