detikNews
Rabu 25 September 2019, 13:57 WIB

209 Tahun Kota Bandung, Kemacetan Masih Jadi Sorotan

Mochamad Solehudin - detikNews
209 Tahun Kota Bandung, Kemacetan Masih Jadi Sorotan Foto: Mochamad Solehudin
Bandung - Tepat hari ini, Rabu 25 September 2019 Kota Bandung berusia 209 tahun. Di usianya yang sudah lebih dari dua abad, nyatanya masih banyak persoalan yang belum mampu diselesaikan oleh Pemerintah Kota Bandung.

Contohnya saja, masalah kemacetan yang sampai saat ini dirasa semakin parah terutama saat akhir pekan.

Kemudian masalah lainnya, yang juga selalu menjadi sorotan adalah banjir cileuncang (genangan air di jalan raya saat hujan turun dan menyusut beberapa saat setelah hujan berhenti). Bencana tahunan ini acap kali menjadi 'penghias' kota yang hingga kini belum berhasil diselesaikan secara maksimal oleh para pemangku kebijakan.

Ketua DPRD Kota Bandung Yudi Cahyadi menilai beberapa masalah tersebut memang belum mampu diselesaikan. Kondisi itu, tentu harus menjadi bahan evaluasi Pemkot Bandung di bawah kepemimpinan Oded M Danial-Yana Mulyana.

"Ada PR (pekerjaan rumah) yang tentunya terkait beberapa hal, terkait pemeliharaan infrastruktur, terus masalah kemacetan juga masalah banjir," ujarnya di Gedung DPRD Kota Bandung, Jalan Sukabumi, Kota Bandung, Rabu (25/9/2019).

Untuk masalah banjir, dia menyebut, sejauh ini memang belum bisa terlihat gagal atau suksesnya Pemkot dalam menyelesaikan masalah tersebut. Pasalnya saat ini masih masuk musim kemarau.

"Tapi kita belum lihat evaluasi dari pembangunan kolam retensi. Kalau ada semacam penurunan berarti on the track, tinggal bagaimana memperbanyak kolam retensi," ucapnya.

Mengenai upaya penanganan kemacetan, dia memang melihat ada rencana yang disiapkan Pemkot Bandung. Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), Pemkot telah mencanangkan beberapa proyek pembangunan fly over.

"Tapi ini harus dikaji juga titik-titik yang tepat (untuk pembangunan). Jadi bukan menambah macet tapi (fly over) jadi solusi," ucapnya.

Dalam kesempatan ini, Yudi menuturkan Pemkot juga harus lebih fokus dalam penataan dan pemeliharaan infrastruktur. Seperti perbaikan jalan, trotoar, taman dan infrastruktur lain penunjang keindahan kota.

Dia menilai, hal itu begitu penting karena menjadi salah satu fasilitas penunjang kenyamanan para wisatawan yang datang ke Kota Bandung. Dampaknya, tambah dia, tentu terhadap pendapatan asli daerah (PAD) Kota Bandung.

"Tahun depan saya pikir Kota Bandung sebagai kota metropolitan, tampilan Bandung harus cantik terpelihara. Karena 33,3 persen PAD itu dari sektor pariwisata dan jasa. Kalau Bandung sareukseuk (kumuh) tidak minat ke Bandung," ucapnya.

"Taman meskipun kecil tapi banyak yang datang ke Bandung untuk wisata murah ke taman. Itu juga bisa tingkatkan PAD," tambahnya.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Bandung Oded M Danial mengaku telah menyiapkan berbagai langkah demi menggenjot pembangunan dan pembenahan di Kota Bandung. Mulai dari peningkatan entrepreuner muda hingga melakukan evaluasi terhadap ASN.

"Karena motor penggerak itu ASN, kami kan regulasi. Juga yang harus kita evaluasi bagaimana PAD harus terus kita tingkatkan. Karena potensi PAD masih ada untuk ditingkatkan," katanya.

Oded mengaku akan menjadikan momentum hari jadi ke 209 Kota Bandung sebagai pembenahan ke depan. Berbagai kekurangan yang ada akan terus diperbaiki demi kenyamanan dan kualitas hidup warga Kota Bandung.

"HJKB ini jadi momentum untuk meningkatkan semangat kolaborasi dengan semua stakeholder. Dan insya allah saya ke depan akan terus tingkatkan yang perlu dihadirkan," ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Bandung Ema Sumarna menambahkan berbagai program pembangunan memang sedang disiapkan khususnya dalam mengatasi kemacetan. Saat ini saja sedang dilakukan pembangunan fly over di sekitar Jalan Jakarta.

"Fly over betul dananya bukan dari kita tapi kalau komunikasi tidak jalan (antara pemerintah) itu tidak akan hadir," ucapnya.

Kemudian, pihaknya juga sedang menggodok rencana pembangunan monorel. Karena rencana itu sudah ada dalam Blue print transportasi Kota Bandung.

"Sekarang sedang menggodok ulang blue print transportasi. Cari alternatif jalan kalau saya lihat berbasis rel yakni monorel. Monorel kenapa tidak dan sudah ada di blue print transportasi," ucapnya.

Pemkot akan segera melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat maupun provinsi untuk mewujudkannya.
(mso/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com