Kekeringan, 'Jokowi' Pun Ditanam di Dasar Sungai Citarum

Yudha Maulana - detikNews
Rabu, 25 Sep 2019 12:49 WIB
Foto: Yudha Maulana/detikcom
Bandung Barat - Kemarau panjang membuat air Sungai Citarum mengering. Dasar aliran sungai yang dibendung Waduk Saguling itu akhirnya dimanfaatkan warga Desa Rancapanggung, Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB), untuk menanam padi 'Jokowi' dan jagung.

Ketinggian muka air, yang semula sekitar 15 meter dari tepian, sekarang turun dan hanya menyisakan aliran kecil dengan kedalaman kurang dari 2 meter.

Tepat pukul 06.00 WIB, Maryati (51) dan enam emak-emak lainnya datang ke tepian Sungai Citarum, tepatnya di Jembatan Ciminyak.

Mereka membawa arit dan bekal makanan dalam gembolannya, lalu membabat rumput yang berada di sekitar padi yang mereka tanam di celah-celah tanah dasar Sungai Citarum yang retak karena kekeringan.

"Sudah hampir lima bulan air sungainya surut. Memang setiap tahun, kalau datang musim kemarau seperti ini, kami tanam padi dan jagung saja," ujar Maryati saat ditemui di bawah jembatan Ciminyak, Rabu (25/9/2019).

Maryati merupakan buruh tani dadakan tiap kali Sungai Citarum mengering. Ia diupah Rp 40 ribu per enam jam kerja setiap harinya untuk menanam dan merawat beberapa petak sawah padi di Citarum.

"Yang ditanam itu namanya padi 'Jokowi', lama panennya singkat, hanya empat bulan dan nggak perlu air banyak," ujar Maryati. Ia tak mengetahui apa nama jenis padi tersebut. Hanya, warga dan petani di sana menyebutnya benih padi 'Jokowi"

"Sebenarnya ini untung-untungan saja. Kalau musim hujan datang lebih cepat, ya nggak bisa kepanen semuanya, mungkin semua lahan garapan bisa terpanen di akhir tahun nanti," ujar Maryati.

Ia tak bisa merinci berapa luas tiap petak lahan. Namun, dari tiga petak itu, tiap tahunnya ia bisa memanen hingga 3 ton beras. "Berasnya biasa dijual sama majikan ke Bandung dan sekitarnya," ucapnya. (ern/ern)