Ibu Pembunuh Anak Angkat Perintahkan 2 Putranya Memerkosa Korban

Syahdan Alamsyah - detikNews
Selasa, 24 Sep 2019 12:54 WIB
Ibu dan dua anak kandungnya yang terlibat pembunuhan seorang bocah perempuan di Sukabumi. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)
Sukabumi - Berbagai fakta memilukan terkait tewasnya NP, bocah perempuan berusia 5 tahun di Sukabumi, Jawa Barat, terungkap. Para pelaku 'dipamerkan' Polisi di Mapolsek Cibadak Sukabumi.

Pelaku diketahui sebagai keluarga angkat korban. Sebelum dibunuh dan mayatnya dibuang ke sungai, korban diketahui kerap dijadikan pelampiasan seks dua kakak angkatnya.

"Korban diketahui diperkosa oleh kakak-kakak angkatnya, peristiwa itu sudah berlangsung selama 3 bulan," kata Kapolres Sukabumi AKBP Nasriadi kepada detikcom, Selasa (24/9/2019).


Biadabnya aksi pemerkosaan itu diketahui oleh SR (36) ibu kandung dua pelaku yang juga ibu angkat korban. Bahkan beberapa kali SR memerintahkan dua anaknya itu untuk memerkosa korban.

"Entah apa yang mendasari peristiwa ini, namun keterangan para pelaku mereka diperintahkan oleh ibunya untuk memperkosa korban. Bahkan ada juga momen di mana pemerkosaan itu dilakukan kedua pelaku yang masih berusia 16 dan 14 tahun di depan ibunya," kata Nasriadi setengah bergidik.

Uraian dari fakta-fakta itu, polisi berencana memeriksa kejiwaan dari SR. "Dari rentetan fakta itu kita berencana memeriksakan kondisi kejiwaan pelaku," imbuh Nasriadi.


Para pelaku terlihat sudah mengenakan kaus tahanan Polres Sukabumi, ketiganya dipakaikan masker oleh polisi. Salah seorang pelaku berusia 14 tahun terus menunduk, kedua tangannya terus menutup mata yang terlihat sembab.

Polisi menangkap SR dan anaknya uang berusia 14 tahun, sementara pelaku yang berusia 16 tahun sempat kabur dari rumah. Namun tak perlu waktu lama hingga akhirnya polisi menangkap pelaku tersebut.

"Pelaku yang berusia 16 tahun sempat melarikan diri ke Kota Sukabumi, dia kita tangkap dan sempat mengaku malu dan takut. Dia saat ini tidak bisa menghindar dari jeratan hukum yang harus dia pertanggungjawabkan," tandasnya. (sya/ern)