detikNews
Selasa 17 September 2019, 22:11 WIB

Cerita Barista Diancam Preman dan Aksi Solidaritas Seduh Kopi

Sudirman Wamad - detikNews
Cerita Barista Diancam Preman dan Aksi Solidaritas Seduh Kopi Aksi solidaritas menyeduh kopi di halaman Mapolresta Cirebon. (Foto: Sudirman Wamad/detikcom)
Cirebon - Sejumlah barista dan pemilik kedai kopi di Kota Cirebon, Jawa Barat, menggelar aksi solidaritas menyeduh kopi di halaman Mapolresta Cirebon. Aksi solidaritas menyeduh kopi itu sebagai bentuk desakan kepada polisi dan pemerintah untuk melawan premanisme.

Sebab, salah seorang barista dari kedai Kopi Pekalipan yang berada di Jalan Pekalipan Kota Cirebon, Mujahidin alias Gondrong, sempat mendapatkan ancaman oleh preman bersenjata tajam. Cerita preman mengancam barista tersebut mencuat setelah kedai Kopi Pekalipan pamit alias tutup untuk selamanya. Informasi tersebut disampaikan langsung melalui media sosial, pada 4 September 2019 atau sehari setelah preman.

"Kejadiannya tanggal 3 September lalu. Pelaku beberapa kali pernah datang ke kedai, sering tidak bayar," kata Idin Gondrong, sapaan akrabnya, saat berbincang dengan detikcom di halaman Mapolresta Cirebon Jalan Veteran Kota Cirebon, Jabar, Selasa (17/9/2019) sore.


Beberapa hari setelah mendapat teguran dari pemilik kedai, menurut Idin, si preman datang kembali dengan membawa sangkur. Pelaku menodongnya. "Respons saya waktu itu santai, karena saat itu memang lagi ramai pelanggan. Dia ngomong ke saya kalau sudah biasa menusuk orang. Katanya untung yang ke sini saya (pelaku), kalau bos-bos saya sudah digorok kamu," kata Idin menirukan omongan pelaku.

Idin tak ingin kejadian itu menimbulkan kegaduhan. Ia pun mencoba santai, mengingat saat itu pelanggan sedang ramai, tepatnya sekitar pukul 21.00 WIB. "Saya tidak meladeninya secara intens, karena lagi banyak pelanggan," ujarnya.

Setelah mengancam, pelaku langsung kabur. Idin dan pemilik kedai awalnya tak berniat untuk melaporkan kejadian itu kepada polisi. "Ya pengennya sudah saja. Kita infokan tutup melalui Instagram, kemudian timbul banyak respons. Kemudian saya juga sudah menceritakan kejadiannya ke polisi waktu malam Minggu kemarin," tutur Idin.

Kapolresta Cirebon AKBP Roland Ronaldy mengatakan pihaknya telah menyelidiki kasus tersebut. "Awalnya kita tidak menerima laporan. Tapi kita dapat informasi dari masyarakat, kemudaan kita proaktif mencari korban dan pemilik kedai. Kita tanya yang bersangkutan tentang kejadian itu," tutur Roland.

Dari keterangan yang disampaikan korban, menurut Roland, pelaku sempat mengeluarkan senjata tajam di atas meja sambil mengancam korban. Ia menepis kabar tentang adanya pengalungan senjata di leher korban.

"Yang katanya mau digorok itu tidak benar. Korban menceritakan pelaku memperlihatkan sajam di atas meja kemudian mengancam," ucapnya.


Saat ini polisi tengah menyelidiki motif dan memburu pelaku. Menurut Roland, pelaku beberapa kali mampir ke kedai untuk menyeduh kopi dan sempat beberapa kali tidak bayar.

"Korban dan pemilik sempat mencari pelaku. Kemarin kita sudah mencurigai beberapa orang. Kita lakukan penyelidikan, pelakunya ada satu orang," ucap Roland.

Roland mengapresiasi para pegiat kopi yang menggelar acara menyeduh bersama di halaman Mapolresta Cirebon. Roland memahami kekhawatiran yang dirasakan para barista atau pegiat kopi lainnya atas kejadian yang menimpa Idin, barista kedai Kopi Pekalipan.

"Mereka sampaikan permintaan dari masyarakat ke pihak kepolisian dan pemerintah tentang jaminan keamanan. Kami menyampaikan kepada pengusaha kopi untuk memercayakan kepada kepolisian, untuk menciptakan situasi yang kondusif," ujarnya.

Roland menjamin keamanan di Kota Cirebon. Pihaknya bakal menindak tegas para pelaku yang sengaja menciptakan kegaduhan di Cirebon. "Apa yang terjadi beberapa hari belakangan itu murni adalah kriminalitas. Saya jamin wilayah Cirebon aman. Kita sudah melakukan berbagai macam tindakan pola pengamanan, seperti peningkatan operasi pekat," tutur Roland.

Cerita Barista Diancam Preman dan Aksi Solidaritas Seduh KopiKapolresta Cirebon AKBP Roland Ronaldy bersama pegiat kopi. (Foto: Sudirman Wamad/detikcom)
Koordinator Komunitas Sepengopian Cirebon Irwan Setiawan meminta agar polisi dan pemkot bisa menjamin bahwa Cirebon aman. Sehingga tidak menimbulkan rasa khawatir bagi pengusaha kopi untuk menjalankan bisnisnya.

"Kami ingin memastikan jaminan atas rasa aman kepada seluruh masyarakat kota Cirebon. Kemudian, menindak tegas para pelaku premanisme yang akhir-akhir ini marak," kata Coy, sapaan akrab Irwan.

Ia meminta polisi menegakkan hukum, tidak ada tebang pilih dalam memberantas premanisme dan pelanggaran hukum di Kota Cirebon. Acara menyeduh kopi bersama itu dihadiri Wakil Wali Kota Cirebon Eti Herawati dan sejumlah pegiat kopi.
(bbn/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com