detikNews
Jumat 13 September 2019, 17:44 WIB

Diancam Bisa Gila, Siswi SMP Karawang Diperkosa Dukun

Luthfiana Awaluddin - detikNews
Diancam Bisa Gila, Siswi SMP Karawang Diperkosa Dukun Polisi menangkap dukun cabul di Karawang. (Luthfiana Awaluddin/detikcom)
Karawang - Polisi menangkap MHS (32), seorang dukun, karena memerkosa siswi SMP. Selama ini pria asal Kecamatan Cilamaya Kulon, Karawang, Jawa Barat, itu dikenal warga bisa menyembuhkan orang dari kesurupan.

"Sebetulnya saya tidak punya kemampuan macam itu (dukun)," kata MHS menjawab pertanyaan polisi saat ekspose di Mapolres Karawang, Jumat (13/9/2019).

Kasatreskrim Polres Karawang AKP Bimantoro Kurniawan menuturkan MHS nekat melakukan aksi bejatnya meskipun korban diantar orang tuanya untuk berobat.

"Korban dibawa ke 'kamar khusus' dengan dalih untuk diobati," ucap Bimantoro.

Orang tua korban, menurut Bimantoro, percaya dan tak curiga saat pelaku membawa korban ke ruang khusus. Bimantoro menuturkan pelaku berdalih pengobatan bisa optimal jika dilakukan di tempat sepi dan tanpa saksi.

Namun, saat di 'kamar khusus' tersebut, korban tak diobati. Pelaku malah memerkosanya. "Korban ketakutan dan berada dalam ancaman," ujar Bimantoro.

Setelah memerkosa korban, pelaku kemudian mengancam korban agar tidak memberitahukan kejadian tersebut. Agar bisa kembali memerkosa korban, pelaku melancarkan tipu daya kepada orang tua korban.

"Pelaku bilang korban harus diobati kembali. Sebab, jika pengobatan terputus, korban bisa gila," kata Bimantoro.

Panik lantaran ditakut-takuti, orang tua korban percaya pada modus dukun palsu tersebut. Beberapa hari kemudian, orang tua korban membawa anaknya kembali berobat ke rumah MHS. Korban kembali diperkosa pelaku di 'kamar khusus'.

Ulah pelaku terbongkar. Orang tua korban kemudian melapor ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Karawang. "Pelaku diserahkan ke Mapolres Karawang," ucap Bimantoro.

Bimantoro mengungkapkan, pelaku dijerat UU Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. "Kami sedang mendalami kasus ini untuk mencari korban-korban lainnya. Sebab, pelaku sudah lama berpraktik menjadi dukun dan dikenal masyarakat," tutur Bimantoro.
(bbn/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com