detikNews
Senin 09 September 2019, 16:58 WIB

Deklarasi 'Muslim Friendly City', Kadisparbud Bandung: Wisata Halal Kebijakan Pusat

Mochamad Solehudin - detikNews
Deklarasi Muslim Friendly City, Kadisparbud Bandung: Wisata Halal Kebijakan Pusat Foto: Avitia Nurmatari/detikcom
Bandung - Rencana deklarasi 'Muslim Friendly City' untuk pengembangan wisata halal di Kota Bandung menuai pro dan kontra. Sebagian pihak menilai rencana itu tidak mendesak dan sebagian lagi menilai sebagai upaya untuk meningkatkan potensi pariwisata.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung Dewi Kaniasari menyatakan rencana pengembangan wisata halal bukan bermaksud untuk mengotak-kotakkan. Langkah ini justru sebagai upaya menarik minat wisatawan dari berbagai negara muslim untuk berkunjung ke Kota Bandung.

"Ini masih dibahas road map-nya, tapi yang pasti Bandung ini kota wisata. Tidak bermaksud mengotak-kotakkan," katanya saat dihubungi, Senin (9/9/2019).

Selain itu, kata dia, pengembangan wisata halal bukan menjadi program khusus Pemkot Bandung. Justru hal tersebut merupakan kebijakan dari pemerintah pusat. Pemprov Jabar juga, lanjut dia, sudah mengeluarkan pedoman dalam mengembangkan wisata halal.

"Wisata halal ini sudah diwacanakan pusat dan Pemprov Jabar juga sudah mengeluarkan pedoman wisata halal," ucapnya.

Dalam menyiapkan pengembangan wisata halal, dia menyebut, tidak langsung menerapkan konsep tersebut. Saat ini pihaknya hanya ingin memberi jaminan kepada para wisatawan dari berbagai negara muslim bahwa Bandung ini ramah dan nyaman untuk dikunjungi.

"Jadi kita nggak langsung halal, apalagi syariah. Jadi mungkin pemerintah pusat programkan wisata halal, Pemprov Jabar juga. Kita Kota Bandung masih (pakai) friendly tourism," ucapnya.



Menurutnya pengembangan wisata tersebut perlu dilakukan. Karena potensi wisatawan dari negara muslim itu cukup besar. Berdasarkan data yang ada jumlah wisatawan muslim di seluruh dunia itu mencapai 230 juta.

"Jadi kita minimal memberi kemudahan kepada para wisatawan dari negara-negara muslim," katanya.

Selain itu, lanjut dia, pengembangan wisata halal bukan serta merta akan diterapkan di Kota Bandung. Penerapan wisata halal ini merupakan tindak lanjut dari program pemerintah pusat.

Apalagi, kata dia, Kota Bandung ini ditunjuk menjadi salah satu destinasi wisata halal prioritas nasional oleh Kementerian Pariwisata. "Bandung pada 2019 menjadi salah satu prioritas wisata halal di Indonesia. Sampai ada MoU-nya. Jadi itu sebetulnya tidak ojol-ojol (tiba-tiba)," ucapnya.

Dewi mengaku siap menerima masukan dari semua pihak mengenai pengembangan wisata halal tersebut. Tapi yang jelas, dia menegaskan, pengembangan wisata halal ini bukan bermaksud untuk mengotak-kotakkan wisatawan tertentu.

"Ini ada penyeimbang ada beberapa masukan, untuk memperkaya lagi pariwisata Kota Bandung. 'Muslim Friendly City' juga kita bisa ubah 'Bandung Tourism Friendly City' yang memudahkan. Tapi akan kita evaluasi. Bukan maksudnya mengotak-kotakkan. Bandung ini multireligi, multi-culture," ucapnya.

Intinya, kata dia, pihaknya akan terus berupaya mengembangkan potensi wisata yang ada. Dia ingin Bandung ini menjadi salah satu destinasi wisata favorit untuk semua pihak.

"Tapi intinya Bandung terus berusaha menjadi kota yang betul-betul favorit wisata," ujarnya.


Tonton juga video "Melihat Gapura yang Curi Hati Jokowi di Bandung Barat":

[Gambas:Video 20detik]


(mso/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com