detikNews
Minggu 08 September 2019, 20:27 WIB

Pemkot Bandung akan Kembangkan Wisata Halal, PSI: Tidak Urgen!

Mochamad Solehudin - detikNews
Pemkot Bandung akan Kembangkan Wisata Halal, PSI: Tidak Urgen! Gedung Sate, salah satu ikon bangunan bersejarah di Kota Bandung (Mukhlis Dinillah/detikcom)
Bandung - Pemerintah Kota Bandung akan mendeklarasikan 'Muslim Friendly City' pada 27 September sebagai langkah mewujudkan wisata halal. Rencana ini menuai kontra.

Anggota DPRD Kota Bandung dari PSI Yoel Yosaphat mengaku kurang setuju dengan pengembangan wisata halal di Kota Bandung. Apalagi Bandung merupakan kota metropolitan yang dihuni oleh beragam suku dan agama.

"Sejak dulu keanekaragaman adalah hal yang sangat penting di Bandung. Karena itu, Bandung menjadi kota yang kreatif," ucapnya, melalui pesan singkat, Minggu (8/9/2019).

Lagi pula, kata dia, tidak ada hal yang mendesak sehingga konsep wisata halal perlu diterapkan di Kota Bandung. "Saya tidak melihat adanya urgensi mengenai wisata halal itu perlu diterapkan di Bandung," ucapnya.




Menurutnya, dalam pengembangan wisata, khususnya di Kota Bandung, tidak perlu membatasi pada satu sektor. Justru pengembangan wisata di Kota Bandung seharusnya terbuka untuk semua kalangan.

"Yang harus dipikirkan lebih jauh adalah bagaimana meningkatkan kualitas pariwisata Bandung yang sudah ada ke taraf internasional," katanya.

Selain itu, dia menyarankan Pemkot Bandung berfokus pada perbaikan infrastruktur penunjang pariwisata. Misalnya perbaikan trotoar. Ini penting demi memberi kenyamanan warga dan wisatawan.

Yoel juga menyoroti persoalan kemacetan yang harus segera dicari solusinya karena kemacetan, terutama saat akhir pekan, sudah semakin parah. Kondisi itu tentu bisa mempengaruhi kepuasan para wisatawan saat berwisata di Bandung.

Faktor lain yang perlu juga mendapat perhatian adalah jaminan keamanan. Hal tersebut menjadi faktor pendukung kenyamanan warga dan wisatawan saat menikmati wisata di kota berjulukan Parijs Van Java ini.

"Hal itulah yang mempunyai tingkat urgensi lebih tinggi daripada wisata halal," ujarnya.


(mso/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com