ADVERTISEMENT

Wawancara Eksklusif

Satu Tahun Memimpin Jawa Barat, Ridwan Kamil: Saya Baru Letakkan Pondasi

Mukhlis Dinillah, Erna Mardiana - detikNews
Jumat, 06 Sep 2019 08:59 WIB
Foto: ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi
Bandung - Tanggal 5 September 2018, Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum dilantik menjadi gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat. Sekitar 17 program mereka gulirkan dan 48 penghargaan diraih Jawa Barat dalam satu tahun terakhir.

detikcom berkesempatan melakukan wawancara dengan Ridwan Kamil mengenai satu tahun ia memimpin Jawa Barat bersama Uu Ruzhanul Ulum, Rabu (4/9/2019).

Banyak hal yang dibicarakan mulai dari rencana menggratiskan SPP SMA/SMK tahun depan, program membangun desa agar mandiri masuk kategori desa maju, pemindahan pusat pemerintahan, hingga rencananya di tahun 2024. Simak petikan wawancaranya di bawah ini.

Genap satu tahun memimpin Jawa Barat. Apa yang telah Kang Emil lakukan?

Pada dasarnya di mana-mana namanya satu tahun itu adalah meletakkan konsep dan pondasi, jadi saya menilai satu tahun pertama ini adalah satu tahun meletakkan dasar-dasar Jabar juara di semua bidang. Dalam perjalanannya ada yang sudah bisa dipanen hasilnya, ada juga yang masih proses. Jadi memang agak kagok kalau menilai satu tahun ini di bulan September, karena banyak keberhasilan program-program fisik infrastruktur itu biasanya kan berakhirnya di Desember. Jadi kalau mau menilai sifatnya fisik-fisik menurut saya belum pas.

Pengalaman sebagai walikota bandung juga dulu sama, jadi biasanya panen itu tahun ketiga, tahun pertama meletakkan gagasan atau, tahun kedua memperbaiki dan mengakselerasi, tahun ketiga biasanya stabil. Tahun keempat mempertahankan, tahun kelima selebrasi.

Sekaligus farewell atau lanjut?

Hehehe....

Jadi begini, pertama (yang saya lakukan) adalah reformasi birokrasi. Kita sudah menerapkan reformasi birokrasi 3.0 itu dengan melakukan kolaborasi menghadirkan Jabar Quick Response sebagai jawaban dari kebutuhan masyarakat untuk negara hadir dalam masalah-masalah kemanusiaan. Memang kewalahan tapi sedang kita perbaiki, ratusan sudah kita bantu kan. Dari masalah kesehatan, jembatan gantung dan lain-lain lah.

Kemudian kita meletakkan dasar-dasar melawan hoaks, itu dulu dianggap mungkin tidak urgent, ternyata menurut kita akhirnya emergency. Kemudian masih dalam reformasi birokrasi, kita memulai tradisi baru tiap empat bulan sekali kepala daerah dikumpulin ya kopdar itu, menandakan kami tidak ingin ada miss komunikasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah daerah.

Selanjutnya meletakkan dasar-dasar pelayanan yang mendatangi warga, yaitu ada mobile puskesmas yang sudah kita rilis dan diperbanyak. Kemudian ada layad rawat, sudah saya posting kemarin di 12 kota kabupaten kan, di mana dokternya yang mendatangi warga bukan warga yang harus selalu ke dokter, kira-kira begitu. Nah kemudian kita dalam reformasi birokrasi juga mewajibkan semua dinas-dinas untuk punya akun media sosial, sehingga interaksi antara masyarakat dengan pemerintah begitu dekat.

Pondasi yang kedua adalah melakukan yang namanya proyek strategis, yaitu pembangunan-pembangunan yang dirasakan langsung terlihat oleh masyarakat, yaitu perbaikan alun-alun se-Jawa Barat. Majalengka, Cirebon sudah mulai bergerak. Kemudian penataan pariwisata, pangandaran sudah, dan lain lain yang sifatnya fisik lah. Hibah bis-bis wisata sudah terlihat di Tasik, di Cimahi, di Cirebon, itu juga sudah dilakukan. Itu yang sifatnya proyek strategis fisik ya.

Kemudian pondasi untuk desa, nah ini yang paling kami banggakan, selama setahun ini kami sangat fokus mengembangkan potensi desa yang selama ini kurang mendapat perhatian. Di mulai dengan konsep desa wisata, desa digital, satu desa satu perusahaan, patriot desa, satu desa satu hafidz quran, pusat digital desa dari tokopedia, dengan konsep 4.0 untuk desa dan lain-lain. Inilah yang mengakselerasi bagaimana status desa-desa di Jawa Barat meningkat, dari yang sangat tertinggal sudah tidak ada, kemudian dari berkembang 500-an naik jadi desa maju kan, kemudian desa maju naik ke mandiri sekitar 90an kalau tidak salah, nanti tolong dikonfirmasi angka detailnya.

Kemudian juga dalam satu tahun kita meletakkan pondasi public transportation dihidupkan lagi. Dimulainya revitalisasi kawasan jalur kereta api yang mati, alhamdulillah akhir tahun ini yang Garut beres, kemudian jalur ke pangandaran walaupun sampai banjar sudah on, kemudian sedang proses yang ke arah Jatinangor, ke arah Ciwidey juga sedang komunikasi.

Semua program itu berjalan?

Dalam perjalanannya ada yang sudah bisa dipanen hasilnya, ada juga yang masih proses. Kita lihat nanti tahun kedua, saya akan awasi semua program ini agar bisa berjalan.

Ada kendala untuk melaksanakan semua program itu?

Sebuah proses akan mengalami namanya proses adaptasi, jadi pada gagasan-gagasan yang belum berkembang itu yang akan kita evaluasi. Belum berkembangnya itu adalah lebih kepada program provinsi itu tidak punya tangan langsung ke ujung masyarakat. Jadi kendalanya lebih pada koordinasi, kami tidak akan mematikan gagasannya tapi akan mengevaluasi strategi perubahannya, supaya gagasan ini berjalan. Intinya itu, bagi yang belum berhasil bukan tidak berhasil. Disebut tidak berhasil itu kalau sudah 5 tahun gagasan pondasi ini tiba-tiba memang betul-betul tidak ada perbaikan.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT