Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Jabar Koswara mengatakan, standarisasi jalan provinsi menjadi salah satu proyek strategis. Pihaknya ingin infrastruktur di Jabar punya standar yang jelas.
"Kita memang ingin memberlakukan standarisasi jalan-jalan provinsi ke depan. Karena sekarang ada yang lebarnya 4 meter. Nantinya semua jalan lebarnya 7 meter semua," kata Koswara saat ditemui di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (4/9/2019).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menuturkan, rencananya dalam beberapa tahun ke depan ada sekitar 1.700 kilometer jalan diperlebar menjadi tujuh meter. "Kita butuh Rp 8 triliun untuk standarisasi pelebaran jalan ini," katanya.
Selain pelebaran, standarisasi ini juga diberlakukan dengan mengganti jalan yang sudah tak laik. Artinya, kata dia, jalan-jalan tersebut masa umur konstruksinya sudah habis.
"Ada sekitar 60 persen dari jalan provinsi sekitar 1.400 kilometer jalan yang masa konstruksinya habis. Kalau diperbaiki saja akan rusak lagi, jadi akan kita ganti," ucapnya.
Ia mengatakan kebutuhan biaya pengganti jalan umur konstruksi yang habis mencapai Rp 4,3 triliun. Pihaknya mewacanakan pembiayaan pembangunan jalan baru tidak hanya mengandalkan APBD dan APBN.
"Kita proyeksikan pengerjaannya hingga 2029. Jadi kalau lima tahun ini kita estimasi 30 persen semua persoalan itu selesai kalau dengan kemampuan APBD. Kecuali ada pembiayaan lain bisa mempercepat itu. Kita pernah membangun jalan di Sukabumi melalui CSR. Jadi sangat memungkinkan," kata Koswara. (mud/tro)











































