Kisah di Balik Bahaya Hoaks yang Ancam Keharmonisan Keluarga

Kisah di Balik Bahaya Hoaks yang Ancam Keharmonisan Keluarga

Mukhlis Dinillah - detikNews
Sabtu, 31 Agu 2019 19:24 WIB
Foto: ilustrasi/thinkstock
Foto: ilustrasi/thinkstock
Bandung - Kabar bohong menjadi fenomena yang terjadi di tengah masyarakat seiring arus informasi di era digital. Keberadaannya berisiko menimbulkan keresahan personal bahkan keluarga.

Raut muka Boni Abdurrahman gusar memandangi gawai yang digenggamnya. Notifikasi muncul di WatsApp Grup (WAG) keluarga besar. Pesan dari salah seorang keluarga membuatnya mengernyitkan dahi.

"Naon deui ie (apalagi ini)," tanya Boni kepada kepada keluarga yang kebetulan tengah berkumpul sore itu pada pertengahan bulan September 2018.

Kegusaran yang dirasakan itu disebabkan pesan berisi informasi dugaan tenaga kerja asing (TKA) ilegal asal China menjadi pekerja kasar di Bekasi. Informasi itu dilengkapi foto dan video yang tengah ramai dibahas di media sosial.


Jari jemarinya bergegas merespons pesan itu. Pria berusia 52 tahun itu lalu mencurahkan kekhawatirannya terhadap informasi yang baru saja diterimanya.

"Mun kabeh ku China, kumaha engke barudak arurang gawe naon atuh engke (kalau semua sama China, gimana anak-anak kita kerja apa nanti)," keluh Boni yang nampaknya diamini keluarga lainnya dalam percakapan grup.

"Ayeuna mah asa loba orang China nu gawe di didieu (sekarang mah banyak orang China kerja di Indonesia). Jadi kuli siga orang dieu wae (jadi pekerja kasar kayak orang sini aja)," timpal salah seorang keluarganya.

Percakapan kian memanas karena pembahasan mengenai pesan berantai tersebut makin dalam. Dayu (23), putra kedua Boni, disentil gegara tidak mengeluarkan pendapat dan cenderung pasif.

Boni yang kadung kesal meminta anaknya harus ikut berpendapat. Pasalnya, kedatangan pekerja asing bisa mengambil jatah pekerjaan anak muda.

Dayu pun menanggapinya dengan santai. Ia meminta sang ayah untuk tak mengkhawatirkan informasi secara berlebihan. Terlebih, sumbernya tidak jelas karena berasal dari media sosial.
Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4