detikNews
Kamis 29 Agustus 2019, 13:18 WIB

Tumpahan Minyak Terjang Rumah di Karawang, 20 Keluarga Mengungsi

Luthfiana Awaluddin - detikNews
Tumpahan Minyak Terjang Rumah di Karawang, 20 Keluarga Mengungsi Tumpahan minyak menerjang rumah warga di Karawang. (Foto: istimewa)
Karawang - Sedikitnya 20 keluarga tercatat mengungsi dari rumahnya akibat pencemaran tumpahan minyak di perairan Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Tumpahan minyak itu menerjang ke celah-celah rumah. Akibatnya sebagian rumah warga penuh oleh minyak mentah.

"Baunya sangat menyengat. Saya nggak kuat, dan saya khawatir kesehatan anak saya," kata Darsa, warga Dusun Cemara 2, RT 3 RW 3, Desa Cemarajaya Utara, Kecamatan Cibuaya, Karawang, melalui sambungan telepon, Kamis (29/8/2019).


Ia menjelaskan minyak-minyak itu datang seiring dengan gelombang pasang pada Rabu malam (28/8). Menurut dia, sekitar pukul 19.00 WIB, gelombang air laut naik dan sampai masuk ke rumahnya.

"Minyak-minyak terbawa air dan terus masuk ke celah-celah rumah dari malam sampai pagi, sehingga dapur dan toilet penuh oleh minyak," tutur Darsa.

Tumpahan Minyak Terjang Rumah di Karawang, 20 Keluarga MengungsiTumpahan minyak masuk rumah warga di Karawang. (Foto: istimewa)
Darsa tinggal di Dusun Cemara 2, pemukiman padat penduduk itu, dikenal sudah lama hidup di bawah ancaman abrasi. Deretan rumah di dusun Cemara 2 memang berbatasan langsung dengan air laut. "Rumah saya hanya dua meter dari air, kalau sudah pasang air memang biasa masuk," ungkap dia.

Selain menerjang rumah Darsa, oil spill juga masuk ke rumah Castini. Perempuan itu tinggal di pemukiman nelayan, tak jauh dari rumah Darsa. "Rumah beliau kemasukan minyak juga. Bahkan beliau sampai mengungsi, ke rumah saudaranya," kata Wanusuki dari Forum Masyarakat Pesisir saat dihubungi detikcom.


Ia menuturkan tumpahan minyak pada Rabu malam ialah terparah sejak pencemaran minyak Pertamina pada pertengahan Juli 2019. Hingga Kamis siang, kata Wanusuki, tumpahan minyak menumpuk di pantai.

"Lebih tebal dari biasanya," ucapnya.

Wilayah yang paling parah terpapar saat ini, kata Wanosuki, yaitu Dusun Cemara 2. Di sana tinggal 200an keluarga. "Kami data, sementara ada 20 keluarga yang mengungsi karena minyak memasuki rumah mereka," tutur Wanosuki.
(bbn/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com