Sengketa Rumah Berujung Pembunuhan dan Pembakaran Suami-Anak Tiri

ADVERTISEMENT

Round-up

Sengketa Rumah Berujung Pembunuhan dan Pembakaran Suami-Anak Tiri

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 28 Agu 2019 09:12 WIB
Foto: Repro facebook
Bandung - Aulia Kesuma (35) menyewa empat orang untuk membunuh suaminya Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili (54) dan anak tirinya M Adi Pradana atau Dana (23). Hal itu ia lakukan karena keinginannya untuk menjual rumah karena terlilit utang ditolak korban.

Hal itu pengakuan sementara kepada polisi saat diperiksa. Penyidik hingga kini masih mendalami pengakuannya. Begitupula soal hubungannya dengan Giovanni Kelvin (25), yang diakuinya sebagai anak. Kelvin ikut membantu Aulia membakar mayat Pupung dan Dana dalam mobil mereka di pinggir jalan kawasan Cidahu, Sukabumi.

Jumat malam (23/8/2019), menjadi malam terakhir bagi Pupung dan Dana. Pupung yang pertama kali dieksekusi. Berdasarkan pengakuan dua ksekutor sewaan Aulia yang telah ditangkap, Pupung dibunuh dengan menggunakan racun.

"Tersangka eksekutor S dan A ini memberikan racun kepada korban dengan minuman diberikan racun dengan harapan langsung meninggal. Setelah dia lemas, dicek nggak gerak," jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (27/8/2019).

Sementara Dana, menurut polisi diajak minuman keras oleh Kelvin hingga mabuk, setelah itu dibekap hingga tewas.

Menurut Kapolres Sukabumi AKBP Nasriadi berdasarkan penyelidikannya, sebuah ruangan di rumah korban yang berada di Lebak Bulus, Jaksel, terbakar. Diduga pada awalnya, pelaku akan membakar korban di rumah.

"Dugaan kita salah satu ruangan di dalam rumah itu sengaja dibakar oleh para pelaku, dibuat seakan-akan kedua korban tewas terbakar di dalam rumah," katanya.

Hal itu menurutnya baru indikasi. Polisi saat ini masih mencari kebenaran soal itu. "Dari keterangan RT dan Bhabinkantibmas di sana, pada saat kebakaran masyarakat langsung berkumpul supaya api tidak merembet kemana-mana mereka (warga) mendobrak pintu rumah itu," lanjutnya.

Dalam alibi pesan yang dibuat pelaku Aulia yang dikirimkan ke nomor suaminya, Aulia memang sempat menginformasikan soal kamar Dana yang terbakar. Pesan ini diperlihatkan ke polisi saat ia ditangkap.

Diduga karena skenario itu gagal, akhirnya kedua mayat dibawa ke luar oleh empat eksekutor dan disimpan di SPBU Cireundeu, Jaksel.

Setelah itu Aulia dan Kelvin menyusul dan Minggu (25/8/2019) pagi, keduanya menuju Sukabumi. Kelvin mengendarai mobil yang berisi mayat, dan Aulia menggunakan mobil lain mengiringinya dari belakang.

Saat di lokasi kawasan Cidahu, Kelvin memarkirkan mobilnya menjorok ke arah jurang. Sementara Aulia menepikan mobilnya di pinggir jalan. Sebelum ke lokasi, di perjalanan ia membeli sebotol bensin. Aulia menyerahkannya pada Kevlin agar membakar mobil yang berisi mayat suami dan anak tirinya itu.

Kevlin pun membakarnya dan saat itu terjadi ledakan hingga apinya menyambar badannya. Ia mengalami luka bakar di tangan dan wajah. Kemudian Kevlin pergi bersama Aulia menuju RS Pertamina Jakarta untuk mengobati Kevlin.

Mengenai motifnya, kepada polisi Aulia mengaku ia merasa sakit hati karena ditolak menjual rumah. Aulia mengaku terlilit utang dan meminta suaminya menjual rumah itu.

"Kemudian dia kepengen menjual rumahnya, tapi karena sang suami ini punya anak juga, itu enggak setuju," kata Kombes Argo kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (27/8/2019). (ern/ern)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT